Inovasi Alat Bedah Karya Dosen FK UB Raih Penghargaan Dunia di Brasil

oleh -885 Dilihat
234ede14 4a0c 43f9 8e1b 1ee99b3d5946
dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT dari Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran UB saat berada di Brasil. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Prestasi membanggakan kembali diraih akademisi Universitas Brawijaya (UB). Inovasi alat penghisap bedah Domy Brush Suction karya dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT dari Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran UB, berhasil meraih 2nd Winner of “Most Innovative Project – Private Sector” dalam ajang Global Innovation Management Institute (GIMI) Innovation Awards 2025 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil.

Upacara penghargaan bergengsi yang digelar pada 7 November 2025 itu dihadiri para inovator, eksekutif, dan pembuat kebijakan dari lebih dari 30 negara. “Mendengar nama Indonesia dan Universitas Brawijaya disebut di atas panggung Rio de Janeiro adalah momen yang tidak terlupakan,” ujar dr. Domy, keterangannya lewat seluler, Minggu (9/11).

Menurutnya, penghargaan tersebut membuktikan bahwa inovasi berdampak tidak harus rumit, melainkan dapat lahir dari empati, pengamatan, dan tekad untuk menyelesaikan masalah nyata di ruang operasi.

Dalam ajang GIMI Awards, Domy Brush Suction dinilai unggul karena kesederhanaan desain, nilai klinis yang tinggi, dan dampak nyata terhadap efisiensi pelayanan kesehatan. Alat ini membantu mempercepat waktu operasi, meningkatkan keamanan, serta memperlancar alur kerja di ruang bedah.

“Keberhasilan ini bukan milik saya semata, tetapi milik para pembimbing, rekan, dan mahasiswa yang percaya bahwa inovasi adalah bagian dari penyembuhan,” tambahnya.

Domy juga menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari dukungan kuat Universitas Brawijaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dalam mendorong inovasi yang dipimpin oleh para klinisi.

Perjalanan lahirnya Domy Brush Suction bermula dari pengalaman dr. Domy di ruang operasi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Ia kerap menghadapi sumbatan pada selang penghisap (suction) saat tindakan debridement luka, yang dapat menambah waktu operasi hingga 5–10 menit.

Kondisi tersebut mendorongnya untuk merancang ulang sistem penghisap yang lebih efisien dan aman. Hasilnya, tercipta alat dengan ujung multi-lumen fleksibel berisi enam selang kecil, masing-masing memiliki dua lubang untuk mengurangi risiko sumbatan. Ujung alat yang lembut mampu mengurangi trauma jaringan, sementara thumb valve control memungkinkan dokter mengatur tekanan hisap secara presisi.

Inovasi ini telah mendapat Nomor Izin Edar Kemenkes RI (AKD 20903322582) dan kini diproduksi massal oleh PT Jayamas Medica Industri (Onemed). Domy Brush Suction diluncurkan secara nasional pada Medical Device Ecosystem Day (MADE Day) Januari 2024, dan sudah terdaftar di e-Katalog LKPP untuk mendukung pengadaan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Global Innovation Management Institute (GIMI) yang berbasis di Amerika Serikat dikenal sebagai lembaga yang memberikan apresiasi kepada individu dan organisasi dengan inovasi berkelanjutan dan berdampak nyata, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Capaian dr. Domy menegaskan posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu pusat inovasi medis terkemuka di Indonesia, serta membuktikan bahwa inovasi sederhana yang lahir dari kebutuhan klinis dapat menembus panggung global.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.