Inovasi Mahasiswa Unej, Sulap Limbah Tambang Jadi Pupuk Organik Lewat Mesin Granulator

oleh -129 Dilihat
Mahasiswa saat menggunakan mesin Granulator Pupuk Organik. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Kolaborasi mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Pertambangan Universitas Jember (Unej) berhasil menciptakan solusi inovatif bagi masalah lingkungan dan pertanian.

Mereka mengembangkan Mesin Granulator Pupuk Organik yang memanfaatkan limbah batu gamping sebagai bahan baku utama.

Inovasi ini ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis limbah tambang di Desa Grenden, Kecamatan Puger.

Desain Orisinal dan Multifungsi Iwan Ahmad, mahasiswa Teknik Mesin Unej, menjelaskan bahwa pengembangan alat ini memakan waktu tiga bulan, mulai dari tahap perancangan hingga fabrikasi.

Ia menegaskan bahwa mesin ini merupakan hasil desain murni tim mereka, bukan tiruan dari cetak biru yang sudah ada.

“Keunggulan sistem ini terletak pada penggabungan fungsi mixer (pengaduk) dan granulator (pembentuk butiran) dalam satu unit terpadu,” ujar Iwan, Rabu (4/2).

Secara teknis, mesin ini ditenagai motor listrik 1.500 Watt yang diperkuat dengan speed reducer tipe WPA rasio 1:50 untuk menghasilkan torsi tinggi.

Materialnya pun dipilih dengan standar daya tahan tinggi, menggunakan plat besi kokoh serta pipa galvanis antikarat pada bagian roller.

Ide penelitian ini bermula dari keprihatinan Rina Lestari, akademisi Teknik Pertambangan Unej melihat tumpukan limbah batu gamping yang hanya dihargai Rp 100 per kilogram.

Melalui dana hibah inovasi industri dari LP2M, tim kemudian meramu formula pupuk berkualitas.

Meski batu gamping bersifat anorganik, tim mengombinasikannya dengan berbagai bahan organik untuk memenuhi nutrisi tanaman, seperti kotoran sapi yang telah difermentasi dan tetes tebu (molase) sebagai agen pengikat alami.

Lebih dari sekadar pencapaian teknis, proyek ini mengemban misi sosial yang besar. Rina berharap inovasi ini segera mendapatkan izin edar agar dapat diproduksi secara massal oleh perusahaan rintisan (startup) maupun UMKM.

“Target kami adalah menyediakan pupuk berkualitas dengan harga terjangkau bagi petani. Jika biaya produksi dapat ditekan melalui teknologi tepat guna ini, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, mulai dari kesuburan lahan hingga pembukaan lapangan kerja baru,” pungkas Rina. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.