KabarBaik.co – Seiring kian menguatnya integrasi ekonomi di kawasan ASEAN, kebutuhan akan penguatan kerja sama persaingan usaha lintas negara semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong lahir dan berkembangnya organisasi masyarakat yang fokus pada isu persaingan usaha agar mampu berperan lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan di tingkat regional.
Peran serta masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendukung kebijakan serta penegakan hukum persaingan usaha di Asia Tenggara. Hal ini juga sejalan dengan Rencana Strategis ASEAN di bidang persaingan usaha periode 2026–2030, yang bertujuan mendorong terciptanya pasar yang adil dan sehat di kawasan (to foster fair markets in the region).
Dorongan tersebut disampaikan Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, saat menerima kunjungan delegasi mantan Anggota KPPU Periode I yang juga Dewan Penasihat ASEAN Competition Institute (ACI), Soy M. Pardede, di Gedung KPPU, Jakarta. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua ACI M. Syarkawi Rauf, yang pernah menjabat sebagai Ketua KPPU pada 2015.
Dalam pertemuan itu, KPPU dan delegasi ACI membahas peran strategis organisasi masyarakat sebagai institusi pendukung pengembangan kebijakan, sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang persaingan usaha, khususnya di kawasan ASEAN.
Ketua KPPU menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung penguatan kerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat yang bergerak di isu persaingan usaha. Hingga kini, KPPU mencatat telah tumbuh sejumlah organisasi masyarakat di Indonesia yang berfokus pada bidang tersebut, antara lain AMCO, FCN, ICLA, hingga FDPU.
Melalui ACI—institut yang diinisiasi sejak 2008 untuk kepentingan Indonesia dan Asia Tenggara—KPPU menilai kontribusi organisasi masyarakat semakin penting dalam upaya menciptakan kawasan yang kompetitif dan berkeadilan.
“Indonesia harus tetap menjadi contoh negara dengan pertumbuhan persaingan usaha yang signifikan. Termasuk dalam mendorong peran serta masyarakat agar turut berkontribusi mendukung tujuan di kawasan. Inisiatif Pak Soy M. Pardede, sebagai figur penting dalam sejarah awal persaingan usaha di ASEAN, sangat krusial untuk membantu pengembangan kawasan ASEAN yang lebih kompetitif,” ujar Fanshurullah, Rabu (21/1).
KPPU juga menilai, penguatan peran organisasi masyarakat perlu dibarengi dengan penataan ulang kelembagaan. Langkah ini penting agar ACI dapat tumbuh lebih besar, dikelola secara profesional, memiliki keberlanjutan jangka panjang, serta mampu memperluas jejaring kerja sama dengan otoritas persaingan usaha di negara-negara ASEAN maupun mitra internasional lainnya.
Lebih lanjut, KPPU mendorong ACI untuk aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan mantan pimpinan otoritas persaingan usaha, pelaku usaha, serta kalangan akademisi di ASEAN. Upaya tersebut dinilai strategis untuk memperjelas posisi dan peran kelembagaan organisasi, sekaligus memperkuat legitimasi dan kepercayaan dalam menjalin kerja sama di tingkat regional maupun global.







