Investasi Naik Serapan Kerja Minim, PDIP Jember Ingatkan Nasib Lahan Pertanian

oleh -205 Dilihat
IMG 20260110 WA0019
Kantor DPC PDIP Jember. (Ist)

KabarBaik.co – Fraksi PDIP DPRD memberikan catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, khususnya terkait tata kelola anggaran, realisasi program bantuan, hingga dampak investasi yang dinilai belum optimal dirasakan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Fraksi Candra Ary Fianto, Sabtu (10/1). Ia menyatakan bahwa beberapa program kerja pemerintah terkesan dilaksanakan secara mendadak dengan persiapan yang kurang matang. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah fluktuasi data penerima bantuan alat produksi berupa melinjo dan gerobak cinta.

“Anggarannya besar, rilisnya mepet, bahkan datanya belum tetap. Awalnya diminta 2.500 (penerima), turun ke 1.882, lalu naik lagi ke 2.500. Sampai hari ini kami belum punya data pasti siapa penerimanya,” ujar Candra.

Pria yang juga Ketua Komisi B itu mengatakan, selain masalah administrasi bantuan, pihaknya juga menyoroti angka investasi di Kabupaten Jember yang secara statistik telah memenuhi target, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Sektor properti, pergudangan, dan perdagangan menjadi penyumbang investasi terbesar. Namun, legislator mengingatkan agar pembangunan di sektor ini tidak menabrak aturan ketahanan pangan, terutama terkait perlindungan lahan pertanian.

“Investasi tidak boleh menabrak perintah Presiden mengenai Asta Cita ketahanan pangan. Lahan pertanian kita tidak boleh semakin menyempit,” tegasnya.

Data per Desember menunjukkan adanya penurunan hasil pertanian akibat berkurangnya luas lahan tanam di Jember.

“Selain masalah lahan, tata kelola dan distribusi pupuk bersubsidi juga masih dikeluhkan karena manfaatnya belum dirasakan secara langsung oleh para petani di lapangan,” ungkapnya.

Ia berharap Pemkab Jember lebih serius dalam melakukan sinkronisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar program-program yang dijalankan memiliki keberlanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Program itu tidak boleh hanya bersifat kondisional atau tiba-tiba. Harus ada kesinambungan untuk kemakmuran masyarakat Jember,” pungkas Candra. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.