Izin Amdal Proyek Triliunan PT PLN di Kabupaten Pasuruan Belum Diterima Pemkab

oleh -1084 Dilihat
Lokasi proyek PT PLN di Kabupaten Pasuruan. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – PT PLN Persero sedang membangun proyek pemasangan gardu induk 500 kilo volt Bangil dan incomer transmisi 500 kilo volt Paiton-Kediri. Sayangnya proyek strategis nasional yang dikerjakan di Kabupaten Pasuruan masih banyak kekurangan. salah satunya izin amdal yang belum diterima oleh Pemkab Pasuruan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Taufikul Ghoni. ”Proyek tersebut memang merupakan proyek strategis nasional yang dimana untuk izinnya langsung dari pusat. Namun untuk saat ini kami masih belum menerima salinan untuk izin amdalnya,” kata Ghony, Senin (12/8).

Ghoni mengatakan, perencanaan pembangunan proyek tersebut mulai dibahas sejak tahun 2022 lalu. Saat itu, pembahasan yang dilakukan pemkab hanya sebatas mengetahui karena proyek tersebut langsung dilakukan pihak kementrian.

Lujeng Sudarto, direktur Pusat Studi dan Advokasi mengatakan, seyogyanya dalam melakukan pembangunan semua izin harus dimiliki terlebih dahulu. Meskipun proyek tersebut merupakan milik kementerian.

”Seharusnya dalam membangun pemerintah harus sudah mengantongi izin terlebih dahulu. Jadi, masih belum memiliki izin pengerjaan proyek gardu PLN itu harusnya dihentikan. Bahkan proyek yang bernilai kurang lebih Rp 1,1 triliun itu tidak transparan kepada publik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam pengerjaan proyek tersebut, PLN Persero membangun gardu di wilayah Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Psuruan. Pembangunannya akan memakan waktu selama 540 hari kalender. Saat ini pengerjaan masih berjalan selama tiga bulan dalam tahap pemerataan lahan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.