KabarBaik.co, Jombang — Akses menuju Dusun Pojok, Desa Klitih, Plandaan, Jombang yang sempat terputus akibat jalan ambles kini mulai berangsur pulih.
Warga bersama BPBD membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.
Sebelumnya, jalan sepanjang lebih dari 15 meter di wilayah RT 06/RW 03 ambles setelah diterjang banjir. Akibatnya, mobilitas warga sempat lumpuh total.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas mengatakan pembangunan jembatan darurat dilakukan untuk mengurangi dampak terputusnya akses tersebut.
“Pembangunan ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas meski jalan utama mengalami kerusakan,” ujarnya, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan proses pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama warga. Pada tahap awal, rangka dasar jembatan dibuat menggunakan bambu dan tiang penyangga.
Pengerjaan selanjutnya akan difokuskan pada penguatan konstruksi agar jembatan lebih aman dilalui.
“Besok akan kami tambahkan penguatan pada bagian atas, sehingga bisa digunakan dengan lebih aman oleh warga,” katanya.
Meski terdapat jalur alternatif, warga harus menempuh jarak lebih jauh. Karena itu, pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas agar akses lebih efisien.
Dalam proses penanganan ini, BPBD Jombang menurunkan sekitar 13 personel yang bekerja bersama masyarakat setempat.
Di sisi lain, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Mereka diminta mengurangi aktivitas di luar rumah saat kondisi tidak mendesak, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang.
Sementara itu, Pemerintah Desa Klitih memastikan perbaikan permanen jalan akan segera diupayakan.
Kepala Desa Klitih, Siti Roaini, berharap ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang agar proses perbaikan bisa berjalan lebih cepat.
“Perbaikan permanen akan segera kami upayakan, dan kami berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Diketahui, banjir akibat luapan sungai melanda Desa Klitih pada Senin (30/3/2026) malam dan menyebabkan kerusakan infrastruktur. Jalan paving di bantaran Sungai Pojok dilaporkan runtuh setelah tergerus arus deras.
Kerusakan tersebut mulai diketahui warga pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Jalan yang terdampak pun sempat ditutup total sebelum akhirnya dilakukan penanganan darurat. (*)








