KabarBaik.co, Surabaya– Di balik maraknya label halal yang menempel pada produk sosis, bakso, hingga daging kemasan, terdapat satu titik paling kritis yang sering terlupakan yakni proses penyembelihan. Menyadari bahwa kehalalan produk pangan hewani ditentukan sejak detik pertama hewan disembelih, PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim telah mencetak kembali 35 Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat BNSP, Minggu (3/5).
Sekretaris PW ISNU Jatim, Muhammad Dawud, mengungkapkan bahwa langkah ini adalah upaya serius untuk menutup kesenjangan kritis di sektor hulu rantai pasok halal nasional. Selama ini, terdapat ketimpangan besar antara masifnya sertifikasi produk di hilir dengan ketersediaan juru sembelih yang kompeten di hulu. Padahal, sehebat apa pun teknologi pengolahan di pabrik, produk tersebut tidak akan pernah bisa dinyatakan halal jika proses penyembelihannya meleset dari syariat dan standar teknis.
Selama dua hari di Surabaya Suites Hotel dan RPH Pegirian, para sarjana NU ini tidak hanya ditempa dengan pendalaman fikih, tetapi juga praktik lapangan hingga dinyatakan kompeten oleh asesor BNSP. Dawud menekankan, kebutuhan nasional akan tenaga Juleha mencapai puluhan ribu orang, dan ISNU Jatim berkomitmen mengisi kekosongan tersebut dengan tenaga profesional yang memiliki dasar keagamaan kuat.
Langkah strategis ini disambut hangat oleh KH Ma’ruf Khozin. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Suramadu tersebut menegaskan bahwa sudah saatnya warga NU berhenti menjadi penonton atau sekadar konsumen dalam industri halal.
Menurutnya, ISNU harus masuk ke dalam rantai nilai industri secara sistematis agar masyarakat tidak lagi ragu terhadap kehalalan daging yang beredar di pasar-pasar tradisional. Dengan menyentuh lapisan masyarakat terbawah, ISNU berperan memastikan bahan konsumsi masyarakat benar-benar terjamin sejak dari jagal.
Kehadiran para juru sembelih tersertifikasi tersebut sekaligus melengkapi ekosistem halal yang tengah dibangun ISNU Jawa Timur. Setelah sebelumnya sukses mengawal terbitnya 200 ribu sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro melalui Lembaga Solusi Halal (LSH), kini ISNU Jatim memiliki kendali penuh dari hulu hingga hilir.
Dengan kompetensi in-house di bidang penyembelihan, ISNU Jatim kini menjadi bagian dari garda terdepan dalam memastikan integritas jaminan produk halal di Indonesia. (*)







