KabarBaik.co – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan inovasi pakan ternak fermentasi bagi peternak di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak domba dengan memanfaatkan alat sederhana dan bahan lokal yang mudah didapatkan oleh warga sekitar.
Dosen pendamping program, Dr. Tan Evan Tandiyono, menjelaskan bahwa inovasi ini menjadi solusi strategis untuk menjaga kecukupan nutrisi ternak, terutama saat ketersediaan hijauan segar berkurang di musim kemarau.
“Masyarakat dapat meningkatkan kualitas pakan ternak hingga menghasilkan ternak yang sehat, bahkan pada musim kemarau sekalipun,” ujar Tan Evan, Sabtu (10/1).
Menurutnya, dengan metode fermentasi, pakan tidak hanya tetap memiliki nilai gizi yang tinggi, tetapi juga memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan pakan konvensional.
Selama ini, para peternak di wilayah tersebut kerap kesulitan mendapatkan rumput segar saat musim panas tiba, sehingga pertumbuhan ternak menjadi kurang optimal akibat rendahnya nutrisi pada rumput kering.
Perwakilan dari mitra peternakan domba milik Ghofar, Meisella Yuwandini, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan edukasi yang diberikan oleh para mahasiswa.
“Dengan adanya inovasi pakan ternak fermentasi ini, kami merasa sangat terbantu karena kualitas pakan dan kesehatan ternak menjadi lebih baik,” ungkap Meisella.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa lintas disiplin yang terdiri dari Meisella Yuwandini, Sabryna Anggrian, Yehezkiel Artseno, Yestisya Adritama Filimon, dan Dimas Arya Saputra.
Melalui program ini, mahasiswa Untag Surabaya berharap inovasi pakan fermentasi dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi para peternak di Desa Bendunganjati.








