Jejak Sejarah: Mengungkap Asal-Usul Desa Sumengko yang Memukau

oleh -277 Dilihat
desa sumengko
Foto gapuro masuk desa sumengko (Fb desa sumengko)

KabarBaik.co- Jalan Pantura, jalur utama penghubung berbagai daerah di Pulau Jawa, kembali mendapat perhatian sebagai “jalan tengkorak” akibat tingginya angka kecelakaan. Kondisi jalan yang ramai oleh kendaraan berat, minimnya penerangan di beberapa titik, serta kurangnya kesadaran pengemudi terhadap keselamatan menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan. Tidak jarang kecelakaan di jalur ini mengakibatkan korban jiwa, membuat masyarakat sekitar dan pengguna jalan semakin khawatir. salah satu jalan pantura ialah Gresik. di Gresik ada Desa yang dekat dengan jalan pantura ialah Desa Sumengko

Desa Sumengko, yang terletak di Kecamatan Duduksampeyan, merupakan desa yang cukup luas dan makmur. Desa ini berada sekitar 1 kilometer dari perempatan Duduksampeyan. Selain dikenal sebagai desa yang berkembang pesat, Sumengko juga memiliki beragam cerita dan legenda menarik tentang asal-usul berdirinya.

Menurut cerita yang diwariskan oleh para sesepuh Desa Sumengko, dahulu kala terdapat seorang ahli meditasi yang sering bertapa di sebuah tempat angker yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Dalam pertapaannya, ia sering berjumpa dengan seorang perempuan yang mengaku sebagai orang pertama yang membuka desa tersebut. Perempuan itu bernama Mulyo Rejo Ning Sri. Dari nama perempuan tersebut, desa ini awalnya dikenal dengan nama Desa Mulyorejo.

Namun, ada cerita lain yang menjelaskan asal-usul nama Sumengko. Berdasarkan kisah ini, masyarakat desa pada masa lalu mengalami kehidupan yang sangat sulit. Mereka sering merasa sumpek (tertekan) dan nyengko (mencekam). Dari dua kata tersebut, yaitu “sum” dan “nyengko”, terbentuklah nama Sumengko. Sayangnya, waktu kejadian ini tidak dijelaskan secara pasti.

Versi lain dari asal-usul desa ini menyebutkan bahwa wilayah tersebut awalnya hanya dihuni oleh beberapa orang saja. Di sekitarnya terdapat banyak tanaman liar, terutama tanaman merambat yang berbuah bulat dengan daging berwarna merah. Buah itu dikenal dengan nama semangka karena rasanya yang segar. Wilayah ini kemudian berkembang pesat, banyak pendatang berdatangan untuk menetap dan melangsungkan kehidupan di sana. Karena tanaman semangka yang melimpah di wilayah tersebut, seseorang mengusulkan untuk menamai tempat itu Sumengko, yang berasal dari nama buah semangka.

Beragam cerita tentang asal-usul Desa Sumengko menunjukkan kekayaan tradisi lisan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meski tidak ada catatan pasti yang menguatkan salah satu versi cerita tersebut, hal ini menambah keunikan dan daya tarik desa ini. Apapun asal-usul sebenarnya, Desa Sumengko tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat di Kecamatan Duduksampeyan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ibrahim Al Fatich Purnomo
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.