KabarBaik.co, Malang – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakankemenhaj) Kota Malang, Subhan, mengimbau kepada para jemaah haji asal Kota Malang untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dari Madinah menuju Mekkah. Imbauan tersebut disampaikan kepada 1.203 jemaah yang menginap di Hotel Shaza Regency, Madinah, Sabtu (2/5).
Dalam arahannya, Subhan mengapresiasi semangat jemaah yang aktif beribadah di Masjid Nabawi. Namun, dia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan. “Suhu di Madinah dan Mekkah berbeda dengan Kota Malang. Jemaah diharapkan dapat menyesuaikan diri dan menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak melewatkan konsumsi yang telah disediakan pemerintah. Asupan makanan yang cukup dinilai penting untuk menjaga stamina selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Selain itu, jemaah diminta segera melapor kepada tim kesehatan kloter apabila mengalami keluhan, agar dapat segera memperoleh penanganan.
Subhan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat beribadah dan kondisi fisik. Ia mengingatkan jemaah untuk mengatur waktu istirahat agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk, baik selama di Madinah maupun saat berada di Mekkah.
Menjelang keberangkatan ke Mekkah, termasuk Kloter 11 yang dijadwalkan berangkat hari ini (3/5), Subhan juga menyampaikan sejumlah ketentuan teknis. Jemaah diminta menempatkan koper besar dan tas kabin di depan kamar paling lambat pukul 01.00 WAS atau delapan jam sebelum keberangkatan.
Empat jam sebelum berangkat, bus rombongan akan disiapkan di depan hotel sesuai pembagian. Selanjutnya, dua jam sebelum keberangkatan, jemaah diimbau sudah keluar dari kamar, memastikan tidak ada barang tertinggal, serta langsung menuju bus masing-masing. Khusus jemaah laki-laki diminta sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel.
Kunci kamar wajib dikembalikan ke resepsionis sebelum berangkat, dan penempatan jemaah harus sesuai dengan manifest rombongan serta bus yang telah ditentukan. Apabila terjadi keterpisahan dari rombongan, jemaah tetap diminta berangkat menggunakan bus yang telah ditetapkan. Sementara itu, paspor jemaah akan dipegang oleh sopir atau petugas syarikah selama perjalanan.
Untuk jemaah yang sakit, paspor akan dipegang pihak syarikah, koper dapat dititipkan di bus asal, dan pengurusan dokumen dilakukan melalui KKHI.
Selama perjalanan menuju Makkah, konsumsi jemaah telah difasilitasi. Jemaah diimbau menjaga ketertiban, tidak terlambat, serta tetap menjaga kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga perjalanan ibadah haji diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberkahan,” ujar Subhan. (*)







