KabarBaik.co, Banyuwangi – Kenaikan harga emas berdampak pada meningkatnya aktivitas transaksi di Pegadaian. Bahkan menjelang lebaran, di Banyuwangi pembelian emas oleh masyarakat tercatat meningkat signifikan hingga 10–20 persen dibandingkan jelang lebaran tahun sebelumnya.
Manager Bisnis Pegadaian Cabang Banyuwangi Bagus Eka Prasetya mengatakan, secara year on year (YoY) pegadaian mencatat ada kenaikan 50 – 70 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini dipengaruhi karena tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi emas.
Menurut Bagus, kenaikan harga emas yang mengikuti tren pasar global membuat masyarakat mulai melihat emas sebagai instrumen perlindungan nilai aset atau safe haven.
“Banyak masyarakat tertarik membeli emas sebagai pelindung nilai harta mereka. Jadi kalau punya emas, nilainya bisa lebih aman dan berpotensi meningkat,” kata Bagus.
Bagus mengaku tren kenaikan harga emas berpengaruh besar terhadap aktivitas di Pegadaian. Hal tersebut karena sebagian besar produk Pegadaian berbasis emas.
“Harga emas memang pengaruhnya sangat besar ke Pegadaian, karena produk utama kami memang berbasis emas,” ujar Bagus.
Salah satu pengaruhnya adalah kenaikan taksiran harga emas gadai. Saat ini nilai taksiran emas di Pegadaian Banyuwangi tercatat stabil di kisaran Rp 2.600.000. Selain layanan gadai emas, Pegadaian juga menyediakan produk investasi seperti cicilan emas yang kini semakin diminati masyarakat.
Selain cicilan emas, produk lain yang cukup diminati adalah tabungan emas. Melalui layanan ini masyarakat dapat menabung dalam bentuk uang yang kemudian secara otomatis dikonversi menjadi saldo emas sesuai harga pada hari transaksi.
“Sistemnya tetap menabung uang, tapi pada hari itu juga langsung dikonversi menjadi emas sesuai harga saat transaksi,” ujar Bagus.
Ia menambahkan, tren transaksi saat ini didominasi pembelian emas dibandingkan penjualan. Hal ini dipengaruhi semakin meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat emas sebagai instrumen investasi.
“Dari data kami, saat ini lebih banyak masyarakat membeli emas. Karena harga naik, informasi tentang keuntungan investasi emas juga semakin luas dan diminati,” ujarnya.
Sementara itu, menjelang Lebaran, aktivitas gadai juga mulai meningkat. Mayoritas masyarakat menggadaikan perhiasan emas untuk kebutuhan modal kerja.
“Untuk sementara ini masih banyak yang menggadai untuk kebutuhan modal kerja. Biasanya mendekati Lebaran justru banyak yang menebus kembali agar perhiasannya bisa dipakai saat hari raya,” jelasnya.
Pegadaian Banyuwangi mencatat outstanding loan (OSL) atau total pinjaman mengalami kenaikan sekitar 17 persen dibanding akhir tahun lalu. Nilai OSL keseluruhan untuk gadai dan cicilan emas di Cabang Banyuwangi saat ini mencapai sekitar Rp 190 miliar.
“Untuk OSL cicilan emas kami sediakan Rp 30 miliar. Sementara anggaran untuk layanan gadai kami tidak memberi batasan. Jika permintaan meningkat, kami akan mengajukan tambahan dana ke kantor pusat agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” tandasnya.






