KabarBaik.co – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Sidoarjo menegaskan bahwa aksi yang akan digelar sepenuhnya murni untuk kepentingan buruh. Tidak akan ada unsur politik maupun kepentingan pihak luar yang menunggangi aksi tersebut.
Wakil Ketua DPC SPN Sidoarjo, Nur Hasim, secara tegas menyampaikan bahwa fokus utama aksi May Day adalah memperjuangkan hak-hak dasar buruh, seperti kesejahteraan, upah layak, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang aman. Ia membantah keras adanya spekulasi bahwa aksi tersebut akan disusupi kepentingan politik.
Nur Hasim mengklarifikasi berbagai spekulasi yang menyebutkan bahwa aksi ini bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Ia menegaskan bahwa May Day kali ini akan murni berfokus pada isu-isu buruh, tanpa ada pihak luar yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut.
Menurutnya, May Day bukanlah ajang untuk kepentingan politik, tetapi kesempatan bagi buruh untuk menyuarakan aspirasi mereka mengenai hak-hak yang seharusnya diterima, seperti upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan jaminan sosial yang lebih baik. Nur Hasim menekankan bahwa aksi kali ini akan tetap berada pada jalur perjuangan buruh semata.
“Kami pastikan aksi May Day ini tidak akan disusupi kepentingan politik atau isu-isu yang tidak relevan dengan perjuangan buruh. Fokus kami adalah memperjuangkan kesejahteraan buruh secara utuh,” tegasnya, Selasa (29/4).
Hal ini sekaligus untuk menjawab keresahan masyarakat setelah munculnya spekulasi bahwa aksi tersebut mungkin akan diwarnai oleh agenda politik tertentu. Nur Hasim memastikan bahwa aksi tersebut akan sepenuhnya mencerminkan suara buruh.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen agar aksi ini berjalan dengan damai dan tertib. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang bermartabat, tanpa kekerasan atau tindakan yang merugikan.
“Kami ingin memastikan bahwa tuntutan ini didengar oleh pihak yang berwenang. Upah layak, kondisi kerja yang sehat dan aman, serta jaminan sosial yang memadai adalah hak dasar buruh yang harus segera dipenuhi,” katanya.
“Kami berharap aksi ini dapat membuka mata semua pihak untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan buruh,” tutupnya. (*)






