KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai rawit di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan diduga dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa minggu terakhir yang memengaruhi pasokan.
Pantauan di pasar tradisional Kota Bojonegoro menunjukkan, harga cabai rawit terus merangkak naik. Salah seorang pedagang, Sumiati, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak minggu lalu. “Sejak seminggu terakhir naik. Minggu lalu masih Rp 80 ribu per kilogram, sekarang naik lagi jadi Rp 95 ribu per kilogram,” ujar Sumiati, Rabu (11/2).
Sumiati menjelaskan jika normalnya harga cabai berkisar antara Rp 30 sampai Rp 40 ribu perkilogramnya. Ia memprediksi harga cabai rawit masih berpotensi terus naik hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, peningkatan permintaan biasanya terjadi karena banyak warga yang menggelar hajatan, baik menjelang bulan puasa maupun menjelang Lebaran.
“Sudah biasa, setiap mendekati Ramadan dan Idulfitri tiap tahun pasti seperti ini, terutama harga cabai,” tambahnya.
Meski harga naik, Sumiati mengaku penjualan cabai di kiosnya tahun ini masih cenderung landai. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi pasar saat ini terbilang lebih sepi. “Tahun ini penjualannya landai-landai saja. Lebih ramai tahun lalu, sekarang justru sepi,” pungkasnya. (*)







