Jelang Ramadan, TPU Samaan Kota Malang Dipadati Peziarah

oleh -52 Dilihat
Menjelang datangnya Ramadan satu keluarga ziarah kubur ke makam keluarganya di TPU Samaan Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi nyekar atau ziarah kubur kembali marak dilakukan umat Muslim, termasuk warga Kelurahan Blimbing, Kota Malang. Dalam beberapa hari terakhir, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Kecamatan Lowokwaru, dipadati peziarah yang datang untuk mengirim doa kepada keluarga dan leluhur yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini menjadi kebiasaan tahunan masyarakat sebelum memasuki bulan penuh berkah. Selain mendoakan arwah keluarga, ziarah kubur juga dimaknai sebagai momentum refleksi diri.

Jumadi, warga setempat yang telah 30 tahun merawat TPU Samaan, mengatakan peningkatan jumlah peziarah mulai terlihat sejak sepekan terakhir. “TPU Samaan sudah seminggu ini banyak warga datang untuk mengirim doa ke leluhurnya, baik orang tua, saudara maupun kerabat,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (16/2).

Ia mengungkapkan, meski jumlah kunjungan tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu, ziarah menjelang Ramadan tetap menjadi tradisi penting bagi masyarakat. “Kegiatan ini menjadi hal yang perlu dilakukan saat memasuki Ramadan untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal,” tambahnya.

Suasana hening di area pemakaman turut menghadirkan ketenangan batin bagi para peziarah. Banyak di antaranya yang membersihkan makam dari rumput liar, menaburkan bunga, serta memanjatkan doa.

Di sejumlah daerah di Jawa, tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan dikenal dengan istilah nyadran atau megengan. Biasanya warga membersihkan makam leluhur, menggelar doa bersama, lalu dilanjutkan dengan kenduri sederhana sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Meski begitu, tradisi ini juga membawa berkah bagi pedagang bunga tabur yang berjualan di sekitar TPU. Menjelang Ramadan, terutama H-3, lapak penjual kembang mulai ramai pembeli.

Hartini (38), salah satu pedagang bunga, mengaku penjualannya meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. “Alhamdulillah lebih ramai dari biasanya. Banyak yang beli bunga untuk tabur makam. Biasanya sehari habis satu sampai dua keranjang ukuran besar, sekarang bisa dua kali lipat, naik sekitar 50 persen. Apalagi mendekati H-1 Ramadan, bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengaku sempat menghadapi kendala distribusi akibat faktor cuaca. Beberapa jenis bunga mengalami keterlambatan pengiriman dan ada yang rusak di perjalanan. “Ada bunga yang telat datang karena hujan di daerah pengiriman. Sebagian juga ada yang rusak, tapi tetap banyak yang beli karena sudah jadi tradisi jelang Ramadan,” ujarnya.

Tradisi ziarah kubur, beberapa sumber menyebutkan jika hal itu menjadi jembatan emosional antara yang hidup dan yang telah tiada. Di balik doa yang dipanjatkan, tersimpan rasa rindu, hormat, dan harapan yang tetap terjaga menjelang datangnya Ramadan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.