KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mulai mematangkan persiapan menyambut lonjakan wisatawan pada musim libur Lebaran 2026.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Jember Bobby Arie Sandy memaparkan kesiapan destinasi unggulan yang mencakup wisata alam, sejarah, religi, hingga kuliner pesisir.
Bobby menegaskan bahwa Jember memiliki paket wisata yang lengkap. Di sisi utara, lereng Gunung Argopuro menawarkan keindahan alam sekaligus edukasi sejarah melalui jejak purbakala.
“Alam kita luar biasa lengkap. Di lereng Argopuro, selain wisata alam, ada sensasi kebun teh Gunung Gambir yang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkemah (camping),” ujar Bobby, Jumat (20/3).
Bagi pelancong yang mencari tantangan, Pemkab Jember menjagokan aktivitas canyoneering di wilayah Klungkung (Kecamatan Sukorambi) dan Andongrejo (Kecamatan Tempurejo).
Destinasi ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi pecinta olahraga arus deras dan ketinggian.
Selain itu, Jember juga menawarkan wisata edukasi yang spesifik, di antaranya Bin Cigar, wisatawan dapat mempelajari proses pembuatan cerutu khas Jember dengan paket Rp 100 ribu per orang (minimal 10 orang).
“Puslitkoka, Pusat penelitian kopi dan kakao tertua sejak zaman Belanda. Selain edukasi varietas, pengunjung bisa menemukan inovasi unik seperti sabun kecantikan berbahan dasar cokelat dan Jember Mini Zoo, destinasi keluarga di tengah kota yang kini dilengkapi koleksi terbaru harimau dan singa, serta berbagai wahana permainan,” jelasnya.
Sektor wisata religi tetap menjadi magnet kuat. Makam tokoh besar seperti Habib Sholeh dan Mbah Shiddiq diprediksi akan terus dibanjiri peziarah dari berbagai penjuru tanah air.
Sementara itu, di pesisir selatan, Pantai Watu Ulo dan Papuma bersiap mengantisipasi lonjakan kunjungan hingga 500 persen. Guna menghindari praktik nuthuk harga (harga tidak wajar), pihak dinas bersama UMKM setempat meluncurkan Paket Kuliner Seafood dengan harga transparan. Mulai dari Rp 40.000. Paket Rombongan (4 orang), Rp 180.000.
“Kami ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik. Warung-warung di tepi pantai sudah ditata agar pengunjung bisa menikmati hidangan seafood sambil melihat langsung deburan ombak tanpa rasa ragu soal harga,” tambah Bobby.
Keamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Menutup keterangannya, Bobby mengimbau wisatawan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, termasuk personel TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, hingga BPBD.
Hal ini berkaitan dengan potensi penerapan rekayasa lalu lintas dan pengaturan titik kunjung demi menjamin keamanan serta kenyamanan bersama selama masa libur lebaran. (*)





