KabarBaik.co, Surabaya – Pembina Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Surabaya Arif Fathoni mengapresiasi keikutsertaan Pokja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) pada Kejurcab Orado Kota Surabaya yang digelar di Ciputra World, Minggu (29/3) pukul 10.00 WIB.
“Luar biasa teman-teman Judes ini. Banyak unit kegiatan olahraga yang dilakoni, mulai sepak bola, mini soccer, futsal, dan kali ini domino atau gaple. Ya, mudah-mudah di Kejurcab nanti bisa juara,” ujar Fathoni, Jumat (27/3).
Toni, sapaan Arif Fathoni, menuturkan profesi jurnalis adalah profesi dengan daya ingat tinggi, karena selama ini terbiasa mendengarkan paparan narasumber secara lisan kemudian diaktualisasikan dalam bentuk tulisan.
Ini, menurut dia, sesuai dengan DNA (Deoxyribonucleic Acid) olahraga domino yang membutuhkan daya ingat tinggi karena harus mengingat kartu yang sudah turun dan yang masih dipegang lawan.
“Domino ini juga melatih saraf untuk menganalisa kartu apa yang akan diturunkan oleh lawan. Ini sesuai dengan nafas jurnalis yang selalu mengambil analisa publik atau logika publik untuk disuarakan kepada para pengambil keputusan,” ungkap dia.
Untuk itu, Toni yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar ini berharap Orado Kota Surabaya bisa berkolaborasi maksimal dengan para pekerja jurnalistik di Surabaya sehingga tujuan ‘memintarkan rakyat Indonesia’ sesuai dengan jargon Orado dapat terlaksana dengan baik dengan digelarnya Kejurcab yang diinisiasi oleh Orado.
“Ya mudah-mudahan ke depan dengan ekosistem kompetisi yang hidup kualitas atlet akan terasah sehingga mampu menghasilkan atlet yang membawa harum nama Kota Surabaya.
Selain itu, stigma negatif olahraga domino sebagai permainan non-olahraga bisa terhapus. Apalagi, Orado punya target jangka panjang bisa tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON),”beber dia.
Seperti diketahui, domino merupakan olahraga rakyat yang selama ini mungkin dapat stigma negatif karena dianggap judi. Dengan munculnya Orado yang akan memasyarakatkan olahraga tersebut, perlahan -lahan stigma negatif tersebut akan hilang karena akan menjadi olahraga prestasi dan bisa tampil di PON. (*)






