Kadin Jatim–TKDV Percepat Penguatan Vokasi, Target Seluruh Daerah Tuntas 2026

oleh -64 Dilihat
Kadin Jatim dan TKDV percepat penguatan vokasi target 2026
Hingga 2025, sebanyak 22 daerah atau sekitar 60 persen telah membentuk TKDV.

KabarBaik.co, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi Jawa Timur (TKDV) memantapkan langkah penguatan program vokasi dengan menargetkan pembentukan TKDV di seluruh 38 kabupaten/kota rampung pada 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Laporan Kerja TKDV 2025 dan Rencana Program Kerja 2026 yang digelar di Graha Kadin Jatim, Surabaya. Hingga 2025, sebanyak 22 daerah atau sekitar 60 persen telah membentuk TKDV. Sementara 16 kabupaten/kota lainnya, termasuk sejumlah wilayah di Madura serta beberapa kota besar, masih dalam proses pembentukan.

Direktur Kadin Institute yang juga Ketua Pokja 3 TKDV Jatim, Nurul Indah Susanti, menjelaskan bahwa arah kebijakan pada 2026 tidak lagi berfokus pada sosialisasi dan pembentukan kelembagaan, melainkan pada implementasi konkret strategi nasional ke dalam strategi daerah.

“Sejak 2004 hingga 2025, progres vokasi di Jawa Timur terus bergerak, meski belum sepenuhnya optimal. Tahun 2026 kami fokus pada implementasi nyata strategi daerah melalui tiga kelompok kerja agar link and match benar-benar berjalan,” ujarnya, Selasa (24/2).

Pada tahap awal, sebanyak 60 industri telah terlibat dalam program link and match. Dari jumlah tersebut, 16 industri memperoleh pendampingan intensif melalui konsultan vokasi dan skema pelatihan in-company berbasis master trainer.

Penguatan ekosistem dilakukan melalui tiga pokja. Pokja 1 bidang pendidikan mendorong kolaborasi SMK dengan industri melalui program industri mengajar, magang guru di perusahaan, serta penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan dunia usaha. Dari total 2.174 SMK di Jawa Timur, sekitar 20 persen tercatat aktif menjalin kerja sama vokasi dengan industri.

Sementara itu, Pokja 2 bidang pelatihan berkoordinasi dengan sekitar 1.750 lembaga pelatihan yang tergabung dalam Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILSI) dan Forum Lembaga Pelatihan Vokasi (Forlat), serta melibatkan unsur HMSDM dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Di bidang sertifikasi, Pokja 3 mengonsolidasikan sekitar 360–370 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) agar terintegrasi dengan kebutuhan industri, sekolah, politeknik, dan universitas vokasi. Saat ini tersedia 38 master trainer dan sekitar 700 workplace trainer. Namun, jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan guna memperkuat kualitas pemagangan dan sertifikasi kompetensi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, yang mewakili Ketua TKDV Jatim, menegaskan bahwa penguatan vokasi merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia berbasis kebutuhan industri. TKDV sendiri ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Tahun 2025 dan diperkuat dengan Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2024 tentang Strategi Daerah Vokasi.

“Kami mengonsolidasikan pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri dalam satu kerangka kolaboratif agar pendidikan dan pelatihan vokasi selaras dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.

Secara ekonomi, langkah ini dinilai krusial. Berdasarkan Berita Resmi Statistik 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur mencapai Rp3.403,17 triliun dengan pertumbuhan 5,85 persen pada April 2025 dan kontribusi 14,22 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur ekonomi Jawa Timur didominasi industri pengolahan sebesar 31,32 persen, disusul perdagangan 18,55 persen dan pertanian 10,74 persen. Dengan struktur tersebut, kebutuhan tenaga kerja kompeten dinilai sangat tinggi.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi prioritas dalam kepengurusan 2025–2030. Dengan jumlah penduduk mencapai 42,09 juta jiwa, Jawa Timur tengah berada pada momentum bonus demografi. Namun, tantangan tetap ada.

Data Sakernas Agustus 2025 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,61 persen. Meski demikian, pengangguran lulusan SMK masih tertinggi, yakni 6,78 persen.

“Jika tidak diiringi peningkatan kualitas SDM, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban demografi. Karena itu, pelatihan berbasis industri dan sertifikasi profesi menjadi kunci agar tenaga kerja Jawa Timur terserap optimal,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi multipihak menjadi faktor penentu keberhasilan. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem vokasi yang sistemik, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan target seluruh TKDV kabupaten/kota terbentuk pada 2026, Jawa Timur optimistis mampu memperkuat daya saing industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.