Kampung Kaca Kalanganyar Gresik: Potret Keindahan dan Geliat Ekonomi Warga

oleh -4138 Dilihat
Salah satu pengrajin kaca di Dusun Kalanganyar, Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng, Gresik. (Foto: Ist)

Julukan Kampung Kaca rasanya tidak berlebihan disematkan pada Dusun Kalanganyar. Sebuah daerah kecil di wilayah selatan Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng.

Kalanganyar adalah sebuah kampung yang memantulkan cahaya dengan cara yang tak biasa. Bukan dari sinar lampu atau pantulan matahari. Melainkan dari lempengan kaca yang diukir, dipotong, dan diberi jiwa oleh tangan-tangan terampil warganya.

Dusun Kalanganyar mungkin tak seluas kawasan industri. Tapi geliat ekonominya tak bisa dipandang sebelah mata.

Di kampung ini, kaca bukan hanya barang mati. Ia menjadi identitas, tradisi, bahkan sumber penghidupan sebagian besar warga. Dari rumah ke rumah, deru mesin dan denting alat potong jadi musik harian.

“Warga di sini memang banyak yang bermata pencaharian sebagai pengrajin kaca,” ujar Sadi Purwanto, Kepala Desa Karangankidul, saat ditemui di sela aktivitasnya.

“Selain bertani, sebagian besar dari mereka sudah bekerja di bidang ini sejak muda, bahkan setelah lulus sekolah langsung belajar mengukir kaca,” imbuhnya.

Tak tanggung-tanggung, di dusun yang relatif kecil ini terdapat sekitar 15 usaha kaca yang aktif. Menariknya, bukan kaca mentah yang mereka jual, melainkan jasa pengolahan kaca. Mulai dari pemotongan, pengukiran, hingga motif-motif estetik yang biasa menghiasi rumah, masjid bahkan perkantoran.

Sadi sendiri adalah pelaku usaha kaca. Namun, bukan di Kalanganyar, melainkan merambah hingga ke Surabaya. “Saya fokus ke jasa. Pesanan banyak datang untuk kebutuhan interior rumah, masjid, dan gedung perkantoran,” tuturnya.

Warisan keterampilan ini tak hanya berhenti di dusun. Banyak warga Kalanganyar yang setelah cukup belajar dan berpengalaman, memilih membuka usaha serupa di luar daerah.

Ada yang ke Tuban, Madiun, Bojonegoro, Madura, bahkan sampai Kalimantan. Dari satu dusun, gelombang pengrajin kaca merambah ke berbagai pelosok negeri.

Hal itu dibenarkan Edi Sukarto, Kepala Dusun Kalanganyar. Menurutnya, usaha kaca adalah mata pencaharian terbesar kedua setelah pertanian. “Setiap hari selalu ada aktivitas. Kalau mesin sudah bunyi, itu artinya dapur-dapur warga tetap mengepul,” ujarnya.

Nah, salah satu pionir usaha kaca di Dusun Kalanganyar ini adalah H. Wage. Memulai usaha dari kisaran tahun 1996, hingga kini usahanya terus bertahan dan berkembang.

Ia menjadi semacam “guru” tidak resmi bagi banyak warga yang ingin belajar dan membuka usaha sendiri. Dirinya bahkan melayani pesanan hingga ke Pulau Kalimantan.

Meski begitu, geliat usaha kaca di Kalanganyar tak lepas dari tantangan. Munculnya pabrik-pabrik kaca besar dan pemain industri nasional menuntut mereka terus berinovasi. Skala kecil harus diimbangi dengan kualitas dan keunikan layanan.

Namun bagi warga Kalanganyar, kaca bukan sekadar bisnis. Ia sudah menjadi jalan hidup, bagian dari identitas yang terpatri di setiap ukiran, di setiap pantulan cermin, dan di setiap keringat yang menetes dari jerih payah tangan mereka.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.