Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Diduga Minta Uang ke Sindikat Penggelapan Mobil, Ini Jawabannya

oleh -1193 Dilihat
Ilustrasi suap. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, AKP I Made Sutayana menjadi sorotan setelah diduga meminta uang sebesar Rp 170 juta kepada tiga pelaku sindikat penggelapan kendaraan bermotor.

Dugaan ini mencuat setelah salah satu tersangka berinisial IN mengklaim bahwa uang tersebut diminta sebagai bentuk pengganti kerugian korban.

IN, yang sempat diamankan di Tuban, Jawa Timur, pada Senin, 10 Februari 2025, menyatakan bahwa uang tersebut diserahkan kepada AKP I Made Sutayana. Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan publik mengenai adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan kasus tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Senin (17/3), AKP I Made Sutayana membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa klaim yang disampaikan oleh IN tidak benar. “Itu tidak benar, Mas,” ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya.

Lebih lanjut ketika ditanya mengenai pengakuan IN yang menyatakan telah menyerahkan uang kepadanya, AKP I Made Sutayana tidak memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menyebut bahwa akan ada pihak lain yang memberikan klarifikasi terkait persoalan ini.

“Yang pasti itu tidak benar, nanti akan ada yang menjelaskan,” ujarnya tanpa menyebut siapa yang dimaksud.

Kasus ini semakin menjadi perhatian karena rekam jejak AKP I Made Sutayana sempat menjadi perbincangan sebelumnya. Ia diketahui pernah diamankan oleh Divisi Propam Mabes Polri di area parkir Hotel Midtown, Jalan Ngagel, Surabaya atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Meski demikian, ia tetap menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Sukolilo hingga saat ini.

Sementara itu, informasi yang dihimpun oleh KabarBaik.co menyebutkan bahwa beberapa anggota Opsnal Unit Reskrim Polsek Sukolilo telah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polrestabes Surabaya. Langkah ini diduga sebagai bagian dari penyelidikan terkait tuduhan yang melibatkan AKP I Made Sutayana.

Namun demikian, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rhina Shanty saat dikonfirmasi terkait hal ini justru meminta untuk ke Polda. “Coba konfirmasi ke Polda,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp, Senin (17/3). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.