Kapolda NTB Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Daerah

oleh -131 Dilihat
5c8db1c9 f3ec 4edf b9e6 22b122b0afac
Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo saat panen raya jagung. (Foto: Ist)

KabarBaik.co– Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Edy Murbowo, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, khususnya di Provinsi NTB, sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap program swasembada pangan nasional.

“Polda NTB terus hadir mendampingi petani, mulai masa tanam sampai panen, sebagai bagian dukungan terhadap swasembada pangan nasional,” ujar Irjen Pol Edy Murbowo.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional tersebut, Polda NTB ikut ambil bagian dalam Panen Raya Jagung Serentak, yang digelar pada Kamis (8/1) di Dusun Batu Samban, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo hadir langsung di lokasi panen bersama jajaran serta unsur terkait. Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB juga mengikuti Panen Raya Jagung Serentak tingkat nasional bersama Kapolri melalui zoom meeting, yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Panen raya kali ini merupakan bagian dari agenda serentak Polda NTB bersama Polres jajaran dalam mendukung penguatan produksi jagung sebagai salah satu komoditas strategis nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB tahun 2025, luas lahan jagung di wilayah NTB tercatat mencapai 175.327 hektare dengan total produksi menembus 1.196.952 ton. Sementara pada Januari 2026, luas lahan jagung di NTB tercatat 344,17 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 1.720,85 ton.

Khusus untuk kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026, Polda NTB bersama jajaran Polres dan Polresta mengelola lahan seluas 9,74 hektare, dengan estimasi hasil panen minimal 58,44 ton hingga maksimal 68,18 ton.

Dalam kesempatan tersebut, para petani juga diingatkan untuk mewaspadai kondisi cuaca yang turut memengaruhi produktivitas pertanian. Saat ini, Pulau Lombok masih kerap diguyur hujan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gagal panen. Sementara itu, Pulau Sumbawa baru memasuki masa tanam pada Januari 2026, setelah sebelumnya terdampak kemarau panjang.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.