KabarBaik.co, Jakarta – Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi berinisial DWN dan AAD yang merupakan komika yang menjadi pembuka atau opener acara pertunjukan Pandji Pragiwaksono berjudul “Mens Rea”.
“Keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dan diketahui berperan sebagai pembuka acara (opener) pada kegiatan Mens Rea,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/2).
Dia menjelaskan kedua saksi tersebut diperiksa terkait klarifikasi penyelenggaraan acara, rangkaian kegiatan serta materi yang disampaikan.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga telah menjadwalkan untuk memanggil komika atau pelawak tunggal, Pandji Pragiwaksono (PP) pada Jumat, 6 Februari 2026, terkait sejumlah laporan yang ditujukan kepadanya.
“Saudara PP diminta untuk hadir klarifikasi pada Jumat (6/2) pukul 10.00 WIB,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Selasa (3/2).
Panggilan tersebut, menurut dia, merupakan tindak lanjut atas lima laporan polisi yang ada, dan diharapkan yang bersangkutan dapat hadir untuk melakukan klarifikasi sehingga semuanya terjawab.
“Ini kan undangan klarifikasi, karena yang dilaporkan adalah objek yang sama, sehingga penyidik berpikir untuk menghemat bagaimana mengatur waktu dipanggil secara satu waktu dalam lima perkara,” tutur Budi.
Terkait kasus tersebut, Polda Metro Jaya juga telah memeriksa 10 orang saksi dalam kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Pandji.
“Saat ini, kami sudah melakukan pengambilan keterangan terhadap 10 orang, baik itu saksi maupun para ahli, yang sehubungan dengan substansi konten tersebut,” ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin pada 20 Januari 2026.
Sementara itu, pada Selasa (3/2), Pandji diketahui telah bersilaturahim dan tabayun ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait materi stand up comedy “Mens Rea” yang belakangan menjadi perhatian sejumlah pihak, khususnya terkait isu keagamaan.
Pandji mengatakan kedatangannya ke MUI bertujuan untuk menjelaskan maksud dan konteks pertunjukan stand up comedy yang dibawakannya, termasuk sejumlah materi yang dinilai memerlukan penjelasan lebih mendalam.
“Saya datang niatnya untuk menjelaskan, sebenarnya untuk bertabayun, untuk menjelaskan maksud dari pertunjukan saya, maksud dari sejumlah jokes saya yang kelihatannya butuh untuk dielaborasi lebih dalam,” ujar Pandji setelah pertemuan di kantor MUI tersebut di Jakarta, Selasa (3/2)./ANTARA







