Kasus Satu Keluarga Meninggal di Situbondo, Polisi Amankan Sebilah Pisau dan 5 HP

oleh -226 Dilihat
Unafis
Mobil Tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo, Jawa Timur, di depan kamar jenazah RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo (ANTARA/Novi Husdinariyanto)

KabarBaik.co – Polisi mengamankan sebilah pisau di rumah di Situbondo tempat tiga orang yang merupakan satu keluarga tewas. Polisi juga mengamankan lima HP.

Ketiga korban tewas adalah Muhammad Hasim, 58, dan istrinya Suningsih, 38, serta Umi Rahmania, 18, perempuan (anak). Mereka ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Watuketu, Desa Demung, Besuki, Situbondo, pada Minggu (28/12) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Kami juga mengamankan lima handphone di lokasi kejadian, termasuk sebilah pisau, serta memeriksa kamera pengintai dalam kondisi mati,” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan kepada wartawan di Situbondo, Minggu (28/12) malam.

Menurut Agung, tim forensik saat ini sedang bekerja melakukan autopsi tiga jenazah korban dugaan pembunuhan di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, karena hasil autopsi merupakan bagian dari penyelidikan untuk mengungkap motif meninggalnya tiga korban yang masih satu keluarga itu.

“Kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUD dr. Abdoer Rahem, dan tim forensik masih bekerja dan kami menunggu hasilnya,” kata Agung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lanjut dia, ketiga korban diduga mengalami luka (sayatan benda tajam) di bagian leher, dan sebilah pisau yang ditemukan di lokasi diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Dari hasil olah TKP sementara tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang milik korban, sementara dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area rumah korban saat ini juga sedang diperiksa, meski diduga tidak aktif atau mati saat kejadian,” kata Agung.

Informasi yang dihimpun ANTARA, semula orang tua Suningsih, Abdur, 60, pada Minggu pagi ingin mengantarkan tempe ke rumah korban, namun saat diketuk rumahnya tidak ada jawaban, sehingga saksi tersebut melihat pintu samping rumahnya yang tidak terkunci, lalu menaruh tempe tersebut di dapur, lalu keluar kembali.

Selang 30 menit kemudian, Abdur yang curiga mencoba masuk kembali ke rumah korban melalui pintu samping yang tidak terkunci, dan melihat korban Muhammad Hasim bersimbah darah di area kamar mandi.

Selanjutnya, Abdur yang panik langsung mencari anaknya Suningsih dan cucunya Umi Rahmania, hingga akhirnya ditemukan meninggal dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamarnya. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.