KabarBaik.co – Warga Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang, dikagetkan dengan penggerebekan sebuah rumah kontrakan yang ternyata disulap menjadi kebun ganja. Selama ini, rumah tersebut dikenal sepi dan tak menunjukkan aktivitas mencurigakan.
Penggerebekan dilakukan Satresnarkoba Polres Jombang di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pakubuwono. Polisi menemukan ratusan tanaman ganja yang ditanam di dalam rumah menggunakan polybag dan ditata di sejumlah ruangan.
Salah satu warga sekitar, Rika (40), mengaku kaget saat mengetahui rumah yang berada tepat di seberang tempat tinggalnya itu ternyata dihuni dan dijadikan lokasi penanaman ganja.
“Saya tahunya pas pulang antar anak sekolah, sekitar setengah satu siang. Kok tiba-tiba ramai banyak polisi. Katanya mulai ramai dari jam sebelas,” ujar Rika kepada wartawan, Selasa (16/12).
Menurut Rika, rumah tersebut sudah lama tampak kosong. Meski lampu teras sering menyala saat malam, ia mengaku tak pernah melihat penghuni keluar-masuk rumah.
“Ada tapi kayak nggak ada orangnya. Nggak pernah kelihatan keluar rumah. Saya kira memang kosong,” katanya.
Rika menyebut rumah itu dulunya digunakan sebagai rumah kos. Namun para penghuni kerap berganti dan tidak pernah menetap lama. Dalam beberapa waktu terakhir, rumah itu bahkan terlihat tak berpenghuni sama sekali.
“Dulu kos, tapi sebentar-sebentar pindah. Terus lama kosong. Saya baru tahu hari ini ternyata ada yang nempati,” ujarnya.
Ia juga mengaku tidak pernah melihat aktivitas mencurigakan seperti menyiram tanaman atau membawa peralatan ke dalam rumah. Rika menduga aktivitas dilakukan sepenuhnya di dalam rumah, sementara akses keluar-masuk kemungkinan melalui pintu belakang.
“Katanya lewat belakang. Saya nggak pernah lihat. Mungkin malam hari,” tambahnya.
Kepastian bahwa rumah itu memang dihuni baru diketahui Rika saat polisi menggiring seorang pria berambut panjang berinisial R keluar dari rumah.
“Saya baru tahu pas orangnya dibawa keluar. Ternyata memang ada orang di dalam,” katanya.
Rika semakin terkejut saat melihat polisi mengangkut ratusan tanaman ganja menggunakan dua truk.
“Kaget banget. Tanaman ganja diangkut pakai polybag sampai dua truk. Habis itu masih ada barang-barang lain yang dibawa keluar,” ungkapnya.
Terkait kepemilikan rumah, Rika menyebut statusnya tidak jelas. Rumah tersebut disebut pernah menjadi sitaan bank dan berpindah tangan beberapa kali.
“Dulu katanya rumah bank, terus dijual-jual. Sekarang punya siapa juga nggak tahu,” pungkasnya.
Sementara itu, polisi menyatakan penggerebekan dilakukan setelah pengembangan kasus narkotika.
Dari dalam rumah, petugas menemukan ratusan pot ganja yang ditanam secara rapi di berbagai ruangan. Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. (*)






