Kabar baik.co, Bojonegoro – Ramadan selalu membawa cerita tentang berkah. Di sudut Jalan Panglima Sudirman, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Bojonegoro, dua perempuan muda sibuk merangkai kotak-kotak cantik berisi aneka bingkisan. Tangan mereka cekatan menata toples, kain, hingga pita berwarna senada. Setiap detail dipastikan rapi.
Usaha rumahan bernama Elegance Meet Seserahan yang dikelola Anida Nisa dan Zahra ini mendadak kebanjiran pesanan jelang Hari Raya Idulfitri. Sejak membuka pre order (PO) dua bulan sebelum Ramadan, ratusan pesanan telah masuk.
“Alhamdulillah, sejak awal buka PO sudah banyak yang masuk. Sekarang totalnya sudah ratusan orderan,” ujar Anida, Selasa (3/3), di sela-sela kesibukannya.
Tak hanya mengandalkan sistem PO, mereka juga menyediakan hampers ready stock untuk pelanggan yang membutuhkan bingkisan secara mendadak. Strategi ini terbukti efektif mendongkrak penjualan, terutama di pekan-pekan terakhir Ramadan saat permintaan melonjak tajam.
Saat ini, tersedia 17 jenis paket hampers dalam daftar harga yang mereka tawarkan. Setiap paket dirancang dengan konsep dan isi berbeda, mulai dari paket sederhana hingga premium. Harga yang dipatok pun variatif, mulai Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta, tergantung isi dan desain yang dipilih.
“Kita ada 17 jenis hampers sesuai dengan price list masing-masing,” tambah Anida.

Menariknya, pelanggan juga bisa melakukan custom request. Mulai dari pilihan warna, penambahan logo perusahaan, hingga desain kemasan eksklusif sesuai kebutuhan, baik untuk keluarga, sahabat, relasi bisnis, maupun perusahaan.
Tak disangka, usaha yang tergolong baru ini telah menarik minat pembeli dari berbagai daerah. Selain warga Bojonegoro, pesanan juga datang dari Lamongan, Tuban, Cepu, hingga Surabaya. Jangkauan pasar yang meluas ini menjadi penyemangat tersendiri bagi Anida dan Zahra untuk terus berinovasi.
Dari ratusan pesanan tersebut, omzet yang diraih pun terbilang fantastis untuk skala usaha rumahan. Hingga awal Ramadan, total penjualan hampers Lebaran sudah menyentuh angka sekitar Rp 30 juta, dan diperkirakan masih akan terus bertambah mendekati hari raya.
Di balik tampilannya yang elegan, proses pembuatan hampers ternyata tidak sederhana. Zahra mengakui, kreativitas dan ketelitian menjadi kunci utama.
“Buat hampers itu susah-susah gampang. Awalnya kita harus mikir barang apa saja yang cocok, dibentuk bagaimana, terus menyesuaikan warna dan mix and match supaya terlihat bagus dan menarik,” ungkapnya.
Momentum Ramadan memang selalu menjadi puncak permintaan hampers setiap tahun. Tradisi berbagi bingkisan kepada orang-orang terdekat menjelang Lebaran telah menjadi budaya yang mengakar. Di momen inilah pelaku UMKM seperti Elegance Meet Seserahan merasakan lonjakan pesanan signifikan. (*)







