KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mulai mematangkan rencana penataan kawasan Kebon Rojo seiring tingginya kunjungan masyarakat ke ruang terbuka hijau tersebut. Penataan tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga manajemen pengelolaan agar kawasan lebih tertata dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartatu mengatakan, Kebon Rojo dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus karena menjadi salah satu titik favorit warga untuk beraktivitas. Ramainya pengunjung menjadi pertimbangan utama perlunya penataan ulang.
“Saya kira Kebon Rojo memang perlu ditata ulang, melihat kondisinya yang cukup ramai dikunjungi. Ke depan kemungkinan akan kita benahi dari sisi manajemennya,” ujar Jajuk, Rabu (17/12).
Jajuk menyebut, DLH juga mulai memikirkan pengembangan kawasan, termasuk rencana menghadirkan kembali satwa sebagai bagian dari edukasi lingkungan. Namun, untuk saat ini keberadaan hewan di Kebon Rojo masih belum memungkinkan.
“Untuk hewan, tahun kemarin memang belum ada. Mungkin di tahun-tahun mendatang bisa kita rencanakan,” katanya.
Sementara itu, terkait pengelolaan rusa, sebagian satwa tersebut akan dipindahkan ke kawasan Joko Pangon. Pada 2026 mendatang, DLH juga merencanakan program konservasi khusus untuk rusa agar pengelolaannya lebih optimal.
Tak hanya penataan dan konservasi, Pemkot Blitar juga membuka peluang penerapan tiket masuk Kebon Rojo di masa mendatang. Wacana ini dipertimbangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kemungkinan ke depan memang ada wacana tiket masuk, tentu dengan kajian lebih lanjut,” pungkas Jajuk. (*)







