Kecelakaan di Sidoarjo Menurun 15,78 Persen, Simpang Waru Tetap Rawan Pelanggaran

oleh -194 Dilihat
f5828d20 7aeb 4ab1 a51c 51442b8b8098
Polisi tindak pengendara yang melnganggar lalu lintas (Dok Polresta Sidoarjo)

KabarBaik.co – Jumlah kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 di wilayah hukum Polresta Sidoarjo mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data Satlantas Polresta Sidoarjo, sepanjang 14 hari operasi, tercatat ada 16 kejadian laka lantas, turun dari 19 kejadian pada tahun 2024 atau turun 15,78 persen.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Jodi Indrawan mengatakan penurunan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas selama operasi berlangsung.

“Selama Ops Zebra Semeru 2025, angka kecelakaan turun cukup signifikan. Dari 19 kejadian tahun lalu menjadi 16 kejadian. Ini bukti masyarakat mulai lebih disiplin,” ujar Jodi, Rabu (3/12).

Selain itu, angka korban meninggal dunia (MD) juga turun menjadi 0 kasus, dari sebelumnya 1 kasus. Sementara korban luka berat turun dari 6 menjadi 5 orang. Untuk korban luka ringan mengalami sedikit kenaikan dari 16 menjadi 18 orang.

Penurunan signifikan juga terjadi pada kerugian materiil. Tahun 2024 tercatat kerugian Rp 12,6 juta, sementara tahun ini menurun menjadi Rp 9,3 juta atau turun 38,12 persen.

“Kami akan terus meningkatkan upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat agar tren positif ini bisa dipertahankan. Keselamatan adalah prioritas bersama,” tambah Jodi.

Jodi berharap masyarakat tetap menjaga etika berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi seluruh aturan lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Sidoarjo.

Meski angka kecelakaan menurun, beberapa titik tetap menjadi perhatian dalam upaya penertiban ke depan. Berdasarkan pantauan kabarBaik.co, kawasan simpang Waru tepatnya di bawah flyover waru masih sering diwarnai pelanggaran lalu lintas.

Banyak pengendara motor dari arah utara yang memotong jalur dan melawan arus untuk berbelok ke barat, padahal jalur tersebut semestinya digunakan untuk kendaraan dari arah barat menuju utara.

Situasi ini kerap memicu kemacetan dan dapat membahayakan pengguna jalan lain. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.