KabarBaik.co – Video perusakan fasilitas Lapangan Thor Surabaya oleh pemain Persiba Bantul viral di medsos. Insiden ini terjadi usai pertandingan Persiba melawan Gresik United di Liga Nusantara yang berakhir imbang tanpa gol pada Sabtu (17/1) sore.
Kericuhan dipicu oleh kekecewaan mendalam skuad Laskar Sultan Agung terhadap kepemimpinan wasit Hamdi. Ketegangan sebenarnya sudah memuncak sejak menit ke-80, di mana pelatih Persiba, Susanto, sempat menginstruksikan pemainnya untuk melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang dinilai merugikan.
Puncaknya, setelah peluit panjang dibunyikan, emosi pemain dan ofisial tidak terbendung. Selain protes keras di lapangan, fasilitas bench pemain menjadi sasaran amukan hingga mengalami kerusakan. Penonton di tribun pun turut menyuarakan protes serupa terhadap perangkat pertandingan.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Komdis PSSI Jatim Samiadji Makin Rachmat menegaskan bahwa penanganan kasus ini berada di bawah yurisdiksi pusat.
“Itu kewenangan Komdis PSSI Pusat. Secara normatif, aturan regulasi dan Kode Disiplin jelas menyalahi dan harus mendapatkan sanksi,” ujar Makin saat memberikan keterangan, Minggu (18/1).
Berdasarkan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI mengenai ‘Kerusakan dan/atau Perusakan Fasilitas’, pihak yang terlibat dalam perusakan fasilitas pertandingan dapat dijatuhi sanksi berat. Merujuk pada aturan tersebut, Persiba Bantul maupun individu yang terlibat terancam hukuman berupa:
– Denda finansial hingga maksimal Rp 1 miliar
– Larangan bermain bagi individu atau tim
– Pengurangan poin di klasemen kompetisi
– Sanksi tambahan lainnya sesuai keputusan Komdis
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Lapangan Thor dan PSSI Pusat tengah melakukan evaluasi serta pendataan kerusakan untuk menindaklanjuti insiden yang mencoreng sportivitas sepak bola nasional tersebut. (*)







