KabarBaik.co- Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur mendapat kehormatan istimewa, Kamis (15/1) sore. Mayor Jenderal (Purn) TNI Dr Agus Winarna, dosen tetap Universitas Pertahanan (Unhan) RI, berkunjung untuk bersilaturahmi. Tak pelak, kehadirannya dimanfaatkan jajaran KI Jatim untuk menimba ilmu dan pengalaman tentang budaya organisasi serta pelayanan publik. Terutama pengembangan individu untuk meningkatan tata kelola layanan informasi publik.
Kedatangan jenderal bintang dua tersebut disambut hangat oleh Ketua KI Jatim A. Nur Aminuddin dan Komisioner Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola M. Sholahuddin. Meski bersifat silaturahmi, pertemuan itu penuh makna karena banyak wawasan yang diperbincangkan dari karier panjangnya di TNI dan kiprahnya sebagai pendidik.
“Kebetulan saya ada agenda di Jawa Timur, kemudian ingin mampir silaturahmi ke Komisi Informasi Jawa Timur. Alhamdulillah,” ujar Agus Winarna.
Diketahui, jenderal lulusan Akademi Militer 1988 ini memiliki rekam jejak karier yang luas. Saat berpangkat Letnan Kolonel, pernah menjabat Dandim 0817/Gresik, Waasops Kodam V/Brawijaya, dan Patun Seskoad. Saat Kolonel, beberapa jabatan strategisnya antara lain Dankorsis Seskoad dan Karo Akademik/Kemahasiswaan Unhan RI.
Selain karier militer, Agus Winarna termasuk sedikit prajurit TNI yang menekuni pendidikan secara konsisten. Gelar sarjana Administrasi Negara diraih di Universitas Terbuka (1997), S-2 Ilmu Pemerintahan di Universitas Jenderal Achmad Yani (2013), magister Strategi Kampanye Militer di Unhan (2014), hingga doktor Ilmu Manajemen Pemerintahan di Universitas Satyagama (2021). Ia juga pernah menjabat Plh Direktur Program Doktoral dan Wakil Rektor III bidang Kerja Sama Kelembagaan Unhan, serta beberapa jabatan lain.
Dalam pertemuan di kantor KI Jatim Jalan Bandilan 2-4 itu, Agus Winarna juga menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan, pelatihan, dan pengalaman praktis agar dapat menularkan SDM profesional di tengah dinamika zaman. Dia pun mendorong agar memanfaatkan setiap peluang pendidikan dan pelatihan, misalnya pendidikan Lemhanas, agar ilmu yang diperoleh semakin dapat memberi manfaat lebih luas. Termasuk dalam pelayanan informasi publik.
Aminuddin menyampaikan bangga dan bersyukur atas kunjungan tersebut. Pihaknya merasa sungguh surprise. “Kehadiran beliau ini wujud dukungan nyata. Beliau banyak berbagi pengalaman dan ilmu yang berharga, baik selama berdinas maupun sebagai mentor,” ujar Aminuddin seusai pertemuan. Dia menceritakan, diskusi itu berlangsung hangat, mulai dari strategi pengembangan kapasitas dan lainnya.
Menurut Aminuddin, silaturahmi yang terasa sederhana, namun sarat ilmu itu menegaskan bahwa mentorship dan pengalaman praktis tetap menjadi cara paling efektif untuk menumbuhkan kapasitas, semangat kolaborasi, dan dedikasi pelayanan publik di era modern. ‘’Ke depan, diskusi dan dialog-dialog kolaboratif pentahelix seperti ini akan terus kami budayakan,’’ pungkasnya. (*)







