Keluarga Korban Tragedi KKN di Maluku Tenggara Asal Bojonegoro Menanti Kedatangan Jenazah

oleh -48 Dilihat
IMG 20250702 WA0025

KabarBaik.co – Tragedi pilu sejumlah mahasiswa yang melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit Manyeuw di Maluku Tenggara menyisakan duka mendalam. Salah satunya adalah orang tua korban tenggelam Bagus Adi Prayoga asal Dusun Ngembul, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Orang tua saat ini hanya bisa menanti kedatangan jenazah anaknya. Sesuai informasi yang diterima, jenazah mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 itu baru akan tiba di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 17.00 WIB.

“Saat ini kami bersama perwakilan keluarga sedang dalam perjalanan menuju Bandara Juanda Surabaya untuk menjemput jenazah, kemungkinan sampai rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Edy Santoso, kepala Desa Butoh, Rabu (2/7).

Sementara itu, Sugianto, kepala Dusun Ngembul, Desa Butoh mengatakan, sampai dengan saat ini pihak keluarga tengah menyiapkan keperluan pemakaman, sehingga rencananya saat jenazah tiba di rumah duka bisa disucikan dan langsung dimakamkan.

Untuk diketahui, Bagus Adi Prayoga di lingkungan kampung dikenal masyarakat sebagai pemuda yang aktif dan penurut. Anak pertama dari pasangan Lasman dan Santi itu juga dikenal baik dalam pertemanan. “Bagus kami kenal sebagai pemuda yang aktif dalam kegiatan di lingkungan kami, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Sugianto.

Diberitakan sebelumnya, Bagus dinyatakan hilang pasca kejadian tenggelamnya perahu yang ditumpangi di perairan Debut, Maluku Tenggara. Insiden ini terjadi pada Selasa (1/7), saat tujuh mahasiswa KKN-PPM UGM bersama lima warga lokal menyeberang menggunakan dua perahu cepat (speedboat) dari Pulau Wahru. Mereka baru saja mengambil pasir sebagai bagian dari program Revitalisasi Terumbu Karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR).

Sekitar pukul 15.28 WIT, salah satu perahu terbalik akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Lima mahasiswa berhasil selamat, sementara dua lainnya meninggal dunia, dan tiga korban sempat dirawat di rumah sakit. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.