KabarBaik.co, Sidoarjo – Keluhan panjang warga soal jalan berlubang dan kerap tergenang di ruas Jalan Bangsri, Sukodono hingga arah Krian akhirnya mendapat penanganan. Pemkab Sidoarjo mulai memperbaiki jalan tersebut menggunakan metode overlay dengan hotmix, meski tidak dilakukan secara penuh karena keterbatasan anggaran.
Bupati Sidoarjo Subandi meninjau langsung proses perbaikan saat sidak, Rabu (25/2). Di lokasi, terlihat pekerja menambal serta melapisi titik-titik kerusakan menggunakan hotmix di sepanjang ruas jalan.
“Kita hari ini mengerjakan daerah wilayah Sukodono, ini Dungus sampai arah ke Krian, kurang lebih empat sampai lima kilometer perbaikan kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan secara ideal perbaikan dilakukan dengan overlay penuh minimal setebal tiga sentimeter di seluruh badan jalan. Namun kondisi anggaran membuat pengerjaan harus disesuaikan dengan skala prioritas kerusakan.
“Nah, karena ini kita juga terbatas dengan anggaran ya, kita tidak bisa memakai overlay penuh. Kalau overlay itu ditutup semuanya minimal tiga sentimeter. Karena anggaran tidak terpenuhi, tetap overlay tapi tidak full. Cuman kita menggunakan hotmix semuanya,” imbuhnya.
Dalam pekan ini, Pemkab Sidoarjo menangani hampir 26 ruas jalan rusak melalui Dinas PU. Khusus di wilayah Sukodono hingga arah Krian, panjang perbaikan mencapai sekitar empat hingga lima kilometer.
“Kita terus kawal, karena minggu ini kita melakukan perbaikan hampir 26 ruas. Termasuk hari ini empat sampai lima kilometer. Ini terus kita kawal, ada Pak Asisten 2, ada dari PU, Bu Camat, Pak Camat, Pak Kades, semua ikut peran serta mengawal,” katanya.
Subandi menargetkan seluruh pengerjaan rampung selama bulan Ramadan, sehingga saat Lebaran kondisi jalan sudah lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat. Ia juga meminta jajaran kecamatan segera melaporkan jika ditemukan kerusakan baru, terutama yang berpotensi membahayakan pelajar.
“Kalau ada seperti ini segera kita laporkan. Terutama anak-anak sekolah ini mengkhawatirkan juga kalau ada genangan air dan jalan rusak. Jadi biar nanti ada penyikapan,” tegasnya.
Ia menambahkan, perbaikan ruas Jalan Bangsri dilakukan secara swakelola oleh Dinas PU untuk penanganan skala besar, sementara perbaikan jalan lingkungan tetap ditangani melalui Program Infrastruktur Berbasis Wilayah Kecamatan (PIWK).
“Kita pakai PU, swakelola. Jadi empat sampai lima kilometer ini dari PU. Ada 26 ruas dari PU. PIWK tetap jalan untuk yang kecil-kecil,” tutupnya. (*)








