Kepala Dinas Kesehatan Akui Kota Batu Kekurangan Nakes, Canangkan Satu Desa Satu Dokter

oleh -1541 Dilihat
IMG 20250410 WA0013

KabarBaik.co – Kota Batu yang terdiri atas 19 desa terbagi di tiga kecamatan ternyata hingga kini masih minim tenaga kesehatan. Kondisi tersebut diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja.

“Hingga saat ini kami masih kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas,” ujar Aditya di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Kamis (10/4).

Kekurangan jumlah tenaga kesehatan yang dimaksud Aditya terdiri atas bidan, dokter, dan perawat. Puskesmas di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Batu, Junrejo, dan Bumiaji, kekurangan tenaga kesehatan.

‎”Idealnya kita memiliki 78 bidan se-Kota Batu. Tapi saat ini yang dimiliki Dinkes hanya ada 48 orang. Jadi kira-kira masih kurang 30 orang,” tutur Aditya.

Mengenai jumlah dokter yang bertugas di puskesmas yang ada di Kota Batu, Aditya menyebut hanya 15 orang. Jumlah itu jauh dari standar ideal yang harusnya minimal 20 dokter. Sedangkan tenaga perawat baru ada 69 orang dan masih kurang 50 perawat.

“Ini salah satu isu yang harus segera dicarikan solusinya karena terkait langsung dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Aditya.

Aditya mencontohkan Puskesmas Batu yang saat ini hanya memiliki tiga dokter umum untuk jumlah penduduk sekitar 50 ribu orang lebih. Begitu juga dengan Puskesmas Bumiaji yang memiliki 4 dokter untuk melayani masyarakat yang berada di 9 desa.

“Itu kewajiban kami dari di Dinas Kesehatan Kota Batu untuk mencarikan solusi agar bisa terpenuhi termasuk tenaga medis yang lainya. Dan ini menjadi konsen Dinas Kesehatan bersama Wali Kota Batu yang sudah mencanangkan satu desa satu dokter,” tandas Aditya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.