Kepastian 2 Mayat di Jombang Ibu dan Anak Asal Nganjuk Semakin Menguat, Ini Faktanya

oleh -111 Dilihat
Marno Hidayat saat memberikan keterangan di RSUD Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Misteri dua mayat perempuan di bekas asrama Polri, Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang, mulai menemukan titik terang. Seorang pria meyakini bahwa kedua korban merupakan kakak dan keponakannya yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Dua jasad perempuan yang terdiri dari satu wanita dewasa dan satu anak perempuan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (25/2). Keduanya telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Jombang untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Petunjuk identitas korban menguat setelah ditemukan sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi AG 5053 WO di sekitar lokasi kejadian. Kendaraan tersebut menjadi titik awal pengungkapan identitas.

Marno Hidayat, 31, mengaku yakin bahwa dua jasad tersebut adalah kakak kandungnya, Sri Kusyanti, 36, dan keponakannya, Tiara, 5. Keyakinan itu muncul setelah ia mengenali sepeda motor beserta ciri fisik korban.

“Dari motor dan ciri-cirinya, saya yakin itu kakak kandung saya,” ujar Marno saat ditemui awak media di kamar mayat RSUD Jombang.

Menurut Marno, Sri Kusyanti merupakan warga Kecamatan Perak, Jombang. Sementara suaminya, Nur Yanto, 38, tercatat sebagai warga Gondang, Nganjuk.

Marno mengungkapkan kakaknya diketahui meninggalkan rumah pada Selasa dini hari. Sejak saat itu, keluarga tidak lagi mendapat kabar.

“Perginya Selasa subuh. Setelah itu tidak ada kabar,” katanya.

Suami korban disebut baru melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian setelah 24 jam berlalu sesuai prosedur. Keluarga pun sempat melakukan pencarian secara mandiri ke sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk, mulai dari Gondang, Rejoso hingga Kertosono.

Sri Kusyanti diketahui bekerja sebagai buruh tani. Selain Tiara yang berusia lima tahun, ia juga memiliki seorang anak lain yang kini duduk di bangku kelas II SMP.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan bahwa proses identifikasi secara ilmiah masih terkendala. Kondisi sidik jari korban mengalami kerusakan sehingga tidak dapat terbaca melalui alat identifikasi forensik.

“Beberapa bagian sidik jari tidak bisa kami identifikasi karena kondisinya rusak,” ujarnya.

Meski demikian, hasil penelusuran terhadap sepeda motor yang ditemukan di lokasi mengarah pada laporan orang hilang yang dibuat oleh Nur Yanto, warga Gondang, Nganjuk. Laporan tersebut dibuat dua hari sebelum penemuan jasad.

“Dari hasil penyelidikan sementara, ada kecocokan antara laporan orang hilang dengan temuan di lapangan. Dugaan mengarah pada ibu dan anak tersebut,” kata Dimas.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban serta memastikan identitas melalui proses forensik lanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.