KabarBaik .co – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Timur KH Zaimuddin Wijaya Asad mengimbau seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur menjaga kondusivitas lingkungan kampus. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya aksi solidaritas terkait meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta.
Dalam keterangannya, KH Zaimuddin meminta pimpinan kampus melakukan pendekatan persuasif kepada civitas academica, khususnya organisasi kemahasiswaan. Tujuannya agar mahasiswa bisa menahan diri dan tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis atau merusak fasilitas umum maupun pribadi.
“Unjuk rasa merupakan hak demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun jika dilakukan dengan cara merusak dan mengganggu ketertiban umum, hal itu tidak sejalan dengan hukum dan menjauh dari tujuan membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, serta sejahtera,” tegas Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Pesantren Darul Ulum Jombang itu, Minggu (31/8).
Ia menegaskan demonstrasi semestinya menjadi sarana penyampaian aspirasi secara damai, bukan malah menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
“Mari bersama-sama menjaga mahasiswa agar tidak terjebak tindakan anarkis. Dengan suasana kondusif, aspirasi bisa tersampaikan lebih baik tanpa merugikan pihak mana pun,” tambahnya.
Aptisi Jatim berharap imbauan ini dijadikan pedoman seluruh PTS di Jawa Timur dalam menciptakan suasana kampus yang aman, tertib, dan kondusif, namun tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sesuai dengan kesejahteraan masyarakat. (*)