KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan pangan murah yang aman, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat, terutama komoditas beras. Ia memastikan stok beras di Jatim dalam kondisi cukup, sementara distribusinya terus dimaksimalkan agar sampai ke pasar tradisional dengan harga yang terkendali.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri pencanangan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia, yang digelar Pemerintah Pusat dan diikuti melalui telekonferensi di Lapangan Flores, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Sabtu (30/8).
“Kita berharap distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ini semakin lancar, khususnya di pasar-pasar tradisional, sehingga masyarakat bisa mengakses beras dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau sejumlah stand komoditas yang disediakan di GPM Wonokromo. Sejumlah kebutuhan pokok tersedia, mulai dari gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, hingga cabai merah besar.
Khofifah menjelaskan, sesuai keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga eceran tertinggi (HET) beras medium ditetapkan Rp 13.500 per kilogram. Namun, harga beras SPHP dengan HET Rp 12.500 justru bisa lebih murah di pasar.
“Kebutuhan masyarakat mayoritas pada beras medium. Karena itu, distribusinya harus dimaksimalkan agar pasokan tetap lancar dan harga terjangkau,” terangnya.
Ia juga berharap agar sistem distribusi semakin mudah bagi para pedagang, termasuk penggunaan aplikasi khusus seperti Klik SPHP yang dirancang untuk mencegah penyelewengan.
“Mudah-mudahan setelah berbagai rapat koordinasi, semua proses distribusi makin sederhana. Stok harus aman, distribusi harus aman, dan daya jangkau juga harus aman. Jadi ada tiga aman di sini,” tegas Khofifah.
Dalam kegiatan ini, disiapkan pasokan beras SPHP sebanyak 173 ribu ton. Khofifah bersama Wali Kota Eri Cahyadi juga membagikan 100 sak beras SPHP ukuran 5 kilogram kepada warga sekitar. Tak hanya itu, mereka menyapa masyarakat, sekaligus memborong aneka panganan kecil dari pedagang lokal untuk kemudian dibagikan kepada pengunjung GPM.
Sebagai informasi, penyaluran serentak GPM di seluruh Indonesia ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI, dengan melibatkan 654 kecamatan, 16 Polri, 449 TNI, 8 PTPN, 6 PT Pos, dan 149 saluran lainnya. Total beras SPHP yang disalurkan hari itu mencapai 4.863 ton, jumlah tertinggi dibandingkan rata-rata penyaluran harian sebelumnya.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam sambutan virtual menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Sebenarnya yang kami bangun adalah ekosistem pangan yang sehat. Instruksi Presiden di sektor pangan luar biasa, sudah ada 17 Inpres dalam delapan bulan terakhir yang semuanya untuk mempermudah dan memperkuat ketahanan pangan,” ungkap Menteri Andi.






