Khofifah Sidak Pasar Larangan Temukan Beras SPHP Kosong, Premium Mendominasi

oleh -490 Dilihat
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan sidak di Pasar Larangan, Sidoarjo. (Yudha)

KabarBaik.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) harus segera tersedia dan dijual di pasaran. Sebab, beras tersebut menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya lebih terjangkau.

Namun, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Larangan, Sidoarjo, Senin (25/8), justru tidak ditemukan stok beras SPHP maupun beras medium. Pasar malah dipenuhi beras premium.

“Pengisian aplikasi dilakukan agar menghindari penyalahgunaan. Setelah aplikasi diisi, saya mohon koordinasi segera dilakukan agar pasokan beras medium, khususnya SPHP yang berada di kewenangan Bulog, bisa segera disalurkan,” katanya usai sidak.

Menurutnya, masyarakat jauh lebih membutuhkan beras medium daripada premium. “Rata-rata kebutuhan beras medium ini memang lebih tinggi yang dibutuhkan oleh masyarakat dibanding premium,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, koordinasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan. Pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian dan Bulog digelar untuk mempercepat solusi.

“Ada regulasi dari Bapanas, dan kami sudah mengundang perwakilan institusi terkait. Harapan kami distribusi beras medium, terutama SPHP, bisa dimaksimalkan sesuai SOP dalam waktu dekat, paling lambat akhir Agustus,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan pihaknya terus mendorong percepatan distribusi. “Dengan sistem aplikasi yang mengharuskan pembayaran tunai, kami terus berkomunikasi dengan Bulog supaya distribusi bisa berjalan lancar. Kebutuhan beras medium sangat besar di Sidoarjo yang merupakan kota industri,” ungkapnya.

Ia juga memastikan segera menggelar rapat dengan Bulog. “Insya Allah besok kami undang perwakilan Bulog untuk mencari solusi terbaik. Setelah ini, kami juga akan sidak ke seluruh pasar agar stok beras medium bisa terpenuhi sesuai perintah Bu Gubernur,” imbuhnya.

Sementara itu Eko, 36 tahun, salah satu pedagang, menyebut aplikasi distribusi Bulog belum terealisasi.

“Belum pernah dapat stok beras SPHP lewat aplikasi. Masyarakat memang banyak cari beras ini karena harganya lebih murah dan sesuai kebutuhan rumah tangga. Kalau dari aplikasi, kami ambil sendiri, tapi belum ada verifikasi resmi dari Bulog ke toko kecil seperti kami,” keluhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.