Kiai Sepuh NU Sebut Pemakzulan Gus Yahya Tak Sesuai AD/ART

oleh -226 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 06 at 8.03.47 PM
Juru bicara forum, HM Abdul Mu’id dari Lirboyo Kediri saat memberikan keterangan (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Sejumlah kiai sepuh dari jajaran Mustasyar dan Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan terbatas di Ponpes Tebuireng, Diwek, Jombang, Sabtu (6/12).

Forum yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 18.30 WIB itu membahas memanasnya dinamika di struktur pimpinan PBNU.

Dari hasil pertemuan, para kiai menyoroti isu pencopotan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Mereka menilai proses tersebut tak sesuai aturan organisasi.

“Forum berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART,” kata juru bicara forum, HM Abdul Mu’id dari Lirboyo Kediri usai forum.

Abdul Mu’id didampingi KH Abdurrahman Kautsar Ploso dari Kediri serta KH Imron Mutamakkin dari Pasuruan saat membacakan kesimpulan forum.

Selain menilai proses pencopotan cacat administrasi, para kiai juga menyebut adanya informasi mengenai dugaan kesalahan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum.

“Meski demikian, forum juga melihat adanya informasi kuat terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh,” lanjutnya.

Forum juga merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan Pejabat Ketum PBNU tidak digelar sebelum seluruh prosedur dan musyawarah sesuai aturan dituntaskan. Para kiai mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah internal resmi.

“Kami menekankan bahwa penyelesaian persoalan ini harus ditempuh secara lengkap dan terukur, sebelum adanya langkah penetapan pejabat pengganti atau keputusan lain yang bersifat final,” tegas Abdul Mu’id.

Para kiai juga mengingatkan semua pihak menahan diri agar ketenangan organisasi tetap terjaga. Mereka menolak pelibatan lembaga eksternal demi menjaga martabat NU.

“Persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal, demi menjaga kewibawaan jam’iyyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa,” ujarnya.

Pertemuan ini dihadiri banyak tokoh penting NU, baik secara langsung maupun melalui sambungan daring. Di antaranya:

Shohibul Bait & Shohibul Hajat:

KH Dr Umar Wahid

KH Abdul Hakim Mahfudz

Sesepuh & Mustasyar:

Prof Dr KH Ma’ruf Amin (via Zoom)

Prof Dr KH Said Aqil Siradj

KH Anwar Manshur

KH Nurul Huda Djazuli

KH Abdullah Ubab Maimoen (via Zoom)

Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (via Zoom)

Hj Mahfudloh Wahab

Syuriyah & Tanfidziyah PBNU:

H Mohammad Nuh

H Nur Hidayat

KH Ali Akbar Marbun

KH Said Asrori

KH Yahya Cholil Staquf

KH Mu’adz Thohir

H Amin Said Husni

H Sumantri

Juru Bicara Forum:

1. HM Abdul Mu’id (Lirboyo)

2. KH Abdurrahman Kautsar (Ploso)

3. KH Imron Mutamakkin (Pasuruan). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.