KabarBaik.co, Surabaya – Sektor pertanian Jawa Timur menunjukkan kinerja yang semakin kokoh sepanjang 2025. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat peningkatan signifikan pada luas panen dan produksi padi, menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan dan perekonomian regional.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Ike Rahayu Sri, mengungkap realisasi luas panen padi periode Januari-Desember 2025 mencapai 1,84 juta hektare. Angka ini naik 0,22 juta hektare atau tumbuh 13,88 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 1,62 juta hektare.
“Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Jawa Timur semakin produktif. Upaya intensifikasi dan optimalisasi lahan mulai memberikan hasil nyata,” ujar Ike, Rabu (11/2).
Peningkatan luas panen berbanding lurus dengan pertumbuhan produksi padi. Lonjakan volume gabah yang dihasilkan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras, kebutuhan pokok masyarakat.
Tren positif ini didukung beberapa faktor, seperti cuaca kondusif, perbaikan infrastruktur irigasi, program pemerintah, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kualitas benih.
Sebagai lumbung pangan nasional, peran Jatim sebagai penopang kebutuhan beras nasional semakin menguat. Para pelaku berharap momentum ini berlanjut dengan dukungan kebijakan berkelanjutan, stabilitas harga gabah, dan akses permodalan.
Pemerintah daerah didorong memperkuat program pendampingan petani dari tanam hingga pascapanen. Langkah ini krusial agar peningkatan produksi tak hanya berdampak pada statistik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.
Dengan kinerja menggembirakan ini, sektor pertanian Jawa Timur diharapkan tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan benteng utama ketahanan pangan nasional.






