Kisah Sub Jersey Menjahit Mimpi Sport Apparel Lokal, dari Subuh di Jalanan Surabaya hingga Etalase Dunia

oleh -305 Dilihat
IMG 20260108 WA0003
CEO Sub Jersey, Bagus Ramadani.

KabarBaik.co — Berawal dari keisengan sekelompok pecinta gowes di Surabaya, Sub Jersey perlahan menjelma menjadi salah satu brand sport apparel lokal yang diperhitungkan. Didirikan pada 2016, merek ini tak hanya menguatkan pasar domestik, tetapi juga sukses menembus segmen premium internasional, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

CEO Sub Jersey, Bagus Ramadani, menuturkan bahwa ide bisnis ini lahir dari keresahan yang sangat personal. Saat itu, ia dan komunitas sepedanya merasa dunia apparel gowes terlalu eksklusif. Harga mahal dan dominasi produk impor membuat olahraga bersepeda seolah hanya milik kalangan tertentu.

“Kalau dilihat dari piramida pasar, yang disentuh cuma bagian atas, padahal kecil. Visi besarnya, kami ingin produk ini bisa dipakai semua kalangan, dari bawah, menengah, sampai atas,” ujar Bagus dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal yang tayang di kanal YouTube JNE_ID, Kamis (8/1).

Langkah awal Sub Jersey terbilang sederhana. Salah satu produk perdananya diberi nama 05AM, merujuk pada kebiasaan komunitas gowes yang kerap memulai kayuhan sejak pukul lima pagi. Waktu subuh itu kemudian menjadi identitas, bahkan menjelma sebagai emblem yang kini lekat dengan Sub Jersey.

Perjalanan brand ini menemukan momentum penting pada 2018. Saat itu, Sub Jersey merilis desain spesial bertema Hari Kemerdekaan Indonesia. Alih-alih mengangkat motif yang lazim, mereka justru mengeksplorasi kekayaan budaya Nusantara, seperti arsitektur Tongkonan dari Sulawesi dan Batik Mega Mendung dari Cirebon. Langkah berani tersebut mendapat sambutan luas dari komunitas gowes dan menjadi fondasi lahirnya seri Archipelago.

“Desain yang punya cerita dan makna ternyata punya daya tarik kuat. Konsumen bukan hanya membeli produk, tapi juga identitas dan nilai di baliknya,” kata Bagus.

Di tengah gempuran brand sport apparel baru, Sub Jersey memilih bertahan dengan prinsip yang konsisten. Bagus menyebut ada dua kunci utama menjaga relevansi. Pertama, komitmen pada kualitas. Kedua, riset yang mendalam. Setiap produk tidak dibuat secara instan atau sekadar mengikuti tren pasar.

Seluruh lini produk Sub Jersey melewati proses riset material dan desain yang panjang, bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan. Tujuannya jelas: memastikan kenyamanan dan performa maksimal sesuai aktivitas penggunanya.
Meski berbasis di Surabaya, pasar terbesar Sub Jersey justru berasal dari Jakarta.

Perubahan perilaku belanja masyarakat ke ranah daring sejak pandemi menjadi faktor pendorong. Untuk menjaga kepuasan pelanggan, kualitas produk dan ketepatan pengiriman menjadi perhatian utama. Karena itu, Sub Jersey mempercayakan pengiriman produknya kepada JNE.

“Orang belanja itu berharap produknya sampai dengan kondisi bagus dan tepat waktu. Kualitas produk kami jaga, pengirimannya kami percayakan ke JNE,” ujar Bagus.

Perjalanan Sub Jersey ke pasar internasional pun terjadi tanpa skenario besar. Pada masa pandemi, seorang pesepeda asal Korea Selatan yang tengah berada di Indonesia membeli beberapa potong jersey dan membawanya pulang. Dari sanalah pesanan dalam jumlah besar mulai berdatangan dan berlanjut hingga kini.

Jepang kemudian menyusul. Menariknya, material Sub Jersey yang dirancang untuk iklim tropis Indonesia justru sangat cocok digunakan di negara dengan suhu lebih dingin seperti Jepang dan Korea Selatan. “Bahan elite kami malah lebih cocok di sana karena cuacanya lebih dingin,” kata Bagus.

Dari jalanan Surabaya saat subuh hingga menembus pasar global, kisah Sub Jersey membuktikan bahwa mimpi besar bisa dijahit dari kegelisahan sederhana—asal dijalani dengan konsistensi, riset, dan keberanian mengangkat identitas sendiri.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.