KabarBaik.co – Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menegaskan komitmennya untuk menjadikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Untag Surabaya sebagai motor penggerak pemberdayaan desa.
Hal tersebut disampaikan Subekti di sela peninjauan kegiatan KKN di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/1). Ia menyebut KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan instrumen strategis untuk memperluas akses masyarakat.
“KKN adalah Dharma ketiga, yakni pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diterjunkan langsung untuk berhadapan dengan realitas dan membantu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Subekti.
YPTA Surabaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memberikan dukungan penuh, baik berupa keahlian dosen maupun pemanfaatan teknologi tepat guna untuk desa binaan.
Subekti menekankan tiga pilar akses utama yang menjadi fokus pemberdayaan Untag Surabaya, yakni:
Akses Ekonomi: Melalui penguatan literasi keuangan dan perbankan bagi UMKM.
Akses Kesehatan: Optimalisasi layanan kesehatan dasar melalui sinergi dengan Puskesmas.
Akses Teknologi: Sebagai penopang utama produktivitas dan peningkatan literasi digital warga desa.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., menambahkan bahwa KKN di wilayah Trawas dan Pacet ini berlangsung selama 12 hari (7–18 Januari 2026). Program ini mencakup ratusan kegiatan yang melibatkan ribuan warga di puluhan desa.
Apresiasi juga datang dari Plt Camat Trawas, Lies Setyautaminingsih. Ia berharap model pengabdian berbasis teknologi dan akses yang dibawa Untag dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di seluruh desa di wilayahnya.
Dengan pendekatan ini, Untag Surabaya berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan dampak nyata yang membekas bagi kemajuan infrastruktur sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.








