KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jember secara resmi melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Pulau Sumatera.
Acara pelepasan dilakukan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu (13/12).
Gus Fawait menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas aksi nyata yang ditunjukkan oleh keluarga besar PSHT Cabang Jember. Ia menekankan bahwa kegiatan ini membuktikan kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas kebangsaan, yang tidak dibatasi oleh wilayah administratif.
“Saya mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada keluarga besar PSHT Cabang Jember yang telah memberikan aksi nyata untuk membantu saudara-saudara kita di Pulau Sumatera,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait menegaskan bahwa kepedulian ini adalah wujud nyata dari nilai cinta tanah air.
“Ketika sudah berbicara tentang NKRI, kecintaan kepada Indonesia selalu berada di atas kepentingan sektoral apa pun,” tegasnya, seraya mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar Indonesia, khususnya Jember, dilindungi dari potensi bencana di tengah cuaca ekstrem akhir tahun.
Sementara itu Ketua PSHT Cabang Jember, Jono Wasinuddin, menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini adalah hasil penggalangan dana singkat selama lima hari (5–8 Desember) dari warga PSHT dan masyarakat Jember. Dana yang terkumpul mencapai Rp 536.657.000.
“Dana tersebut kami wujudkan dalam bentuk barang kebutuhan pokok agar lebih bermanfaat bagi korban bencana,” jelas Jono.
Secara total, disiapkan 1.020 paket bantuan yang siap disalurkan. Paket ini terdiri dari sembilan item kebutuhan pokok.
Jono menambahkan, bantuan dari Jember akan dibawa ke Padepokan Pusat PSHT di Madiun untuk digabungkan dengan bantuan dari seluruh PSHT se-Jawa Timur. Rombongan bantuan dijadwalkan akan berangkat menuju Pulau Sumatera keesokan harinya.
Pelepasan bantuan ini menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam merawat nilai kemanusiaan, membawa harapan bagi masyarakat di Sumatera yang terdampak bencana. (*)







