KabarBaik.co – Lapangan Desa Suger Kidul menjadi saksi khidmatnya gelaran Apel Sholawat Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Gus’e Menyapa di Kecamatan Jelbuk, Jember.
Mengusung tema Dengan Semangat Sholawat Kebangsaan, Kita Tingkatkan Cinta Tanah Air,
acara ini tidak hanya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga, tetapi juga menjadi panggung penegasan komitmen besar Pemerintah Kabupaten Jember di sektor pendidikan.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa agenda Gus’e Menyapa merupakan instrumen strategis untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Di dalamnya mencakup sosialisasi program kerja, penyerapan aspirasi secara langsung, hingga aksi nyata pengendalian inflasi melalui pembagian sembako.
“Gus’e Menyapa ini adalah bingkai besarnya. Di dalamnya terdapat agenda krusial, mulai dari mendengar keluhan warga hingga memastikan program Pemkab tepat sasaran. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap aspek kehidupan mereka,” kata Gus Fawait, Sabtu (27/12).
Salah satu poin utama yang disoroti Bupati dalam kesempatan tersebut adalah realisasi program beasiswa bagi puluhan ribu mahasiswa asal Jember. Beliau memaparkan bahwa penyaluran dana untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah berjalan hampir sempurna.
Dari total sekitar 7.000 penerima, tercatat hanya tersisa 15 mahasiswa yang masih mengalami kendala teknis dalam proses transfer ke perguruan tinggi. “Capaian ini sudah menyentuh 99,9 persen. Kendala teknis yang tersisa akan segera kami tuntaskan agar hak mahasiswa tidak terhambat,” tegasnya.
Terkait biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa afirmasi ekonomi dan santri, Pemkab Jember telah menyalurkan bantuan sebesar Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per mahasiswa.
Meski masih ada sekitar 2.000 mahasiswa yang menunggu proses pencairan akibat perbedaan mekanisme perbankan (non-Bank Jatim), Bupati memastikan proses tersebut sedang berjalan.
Kabar baik juga disampaikan bagi para penerima eksisting. Gus Fawait menjamin bahwa mahasiswa tidak perlu melakukan pendaftaran ulang setiap tahun. Selama prestasi akademik tetap terjaga, beasiswa akan otomatis berlanjut hingga masa studi selesai.
“Ke depan, cakupan beasiswa ini akan diperluas. Pemkab Jember tengah menggodok skema beasiswa untuk jenjang S2 dan S3, bahkan membuka peluang studi ke luar negeri guna menggenjot kualitas SDM daerah,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gus Fawait juga aktif merangkul sektor swasta. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT Imasco untuk mengirimkan putra-putri terbaik Jember menempuh pendidikan di China, dengan jaminan penyerapan tenaga kerja setelah lulus.
Melalui sinergi antara kegiatan spiritual seperti Sholawat Kebangsaan dan program pendidikan yang konkret, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa pembangunan manusia adalah fondasi utama untuk mewujudkan Jember yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadilan.(*)






