KabarBaik.co – Jakarta kembali mencekam usai aksi unjuk rasa yang menewaskan driver ojol Affan Kurniawan di sekitar Pejompongan, kawasan Gedung DPR RI, Kamis (28/8) malam. Keesokan harinya, Jumat (29/9) Malam hingga Sabtu (30/8) dini hari beberapa titik di Jakarta mencekam. Salah satu yang terpantau cukup parah terjadi di Jakarta Timur.
Markas Kepolisian Resor Jakarta Timur (Polres) menjadi sasaran amuk massa yang brutal pada Sabtu (30/8) dini hari. Markas polisi ini dilempari bom molotov dan petasan, mengakibatkan belasan kendaraan, termasuk sebuah ambulans, ludes terbakar.
Serangan yang tampak terkoordinasi ini mengubah sejumlah titik di Jakarta Timur menjadi zona merah yang mencekam.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengatakan massa tak henti-hentinya melemparkan bom molotov hingga api sulit dikendalikan.
“(Kebakaran) Agak merembet karena dilempar dengan molotov dan petasan ratusan kali. Kita juga coba padamkan. Dihujani batu juga,” ujar Alfian saat dikonfirmasi wartawan.
Akibatnya ada belasan kendaraan yang terparkir di sekitar Mapolres hangus terbakar. Yang lebih memilukan, salah satu kendaraan yang menjadi korban adalah sebuah ambulans.
Alfian menegaskan bahwa serangan ini bukanlah insiden tunggal yang terisolasi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, lima kantor Polsek di bawah wilayah hukumnya juga dilaporkan menjadi target serangan serupa yakni Polsek Matraman, Polsek Makasar, Polsek Ciracas, Polsek Jatinegara, dan Polsek Cipayung.
Fakta ini mengindikasikan adanya sebuah gerakan massa yang terorganisir dan seolah memiliki target yang jelas. Salah satunya melumpuhkan fasilitas kepolisian di Jakarta Timur.
Ia pun menyebut masih ada beberapa titik kerusuhan yang coba ditangani, dan seluruh jajaran kepolisian di Jakarta Timur kini dalam status siaga satu untuk mengendalikan situasi yang masih panas.
Beginilah gambaran dan kondisi disekitar Mapolres Jakarta Timur yang amburadul usai diserang massa. Semoga kondisi ini tidak berlarut-larut bisa diselesaikan dengan aman dan nyaman oleh pemerintah dan juga DPR.