KabarBaik.co – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa di dua titik. Aksi diawali dengan salat gaib di tepi jalan exit tol Sidoarjo untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan, mahasiswa yang meninggal saat aksi di Jakarta.
Usai salat, massa kemudian melanjutkan orasi di depan exit tol Sidoarjo sebagai simbol pusat perekonomian sekaligus objek vital negara, lalu bergerak menuju Mapolresta Sidoarjo.
“Kami melakukan aksi di depan tol ini sebagai simbolik, bagaimana posisi masyarakat sipil yang tertindas. Amarah ini adalah bentuk protes terhadap pemerintah, Polri, dan TNI,” ujar Ketua HMI Cabang Sidoarjo, Dandi Amar, Selasa (2/9).
Ia menegaskan bahwa aksi sengaja digelar dengan jumlah massa terbatas agar tidak disusupi pihak-pihak yang ingin memicu kericuhan.
“Kami memang melakukan aksi ini dengan massa sedikit, biar tidak dimasuki atau disusupi oknum yang membuat kericuhan. Kami melakukan aksi ini dengan damai,” imbuhnya.
Menurutnya, tuntutan utama massa adalah aksi solidaritas terhadap mahasiswa di Jakarta maupun daerah lain yang menjadi korban dalam gerakan serupa. Selain itu, mereka juga menyoroti dugaan praktik backing aparat terhadap peredaran rokok ilegal di Sidoarjo.
“Ini harus ada evaluasi dari kinerja Polri. Jangan sampai praktik semacam ini terus terjadi,” tegas Dandi. Ia juga menekankan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan. “Bukan agen bagi-bagi sembako atau nasi kotak. Orientasi perjuangan adalah keikhlasan dan semangat perubahan.”
Dalam aksinya, HMI Cabang Sidoarjo juga menegaskan sejumlah sikap, di antaranya:
Mendesak evaluasi kinerja Polri serta mengusut tuntas kasus kematian almarhum Affan Kurniawan hingga ke rantai komando, bukan hanya kepada pelaku lapangan.
Menegaskan bahwa negara tidak boleh permisif terhadap tindakan anarki maupun praktik ilegal yang jelas-jelas merugikan rakyat. Demokrasi sejatinya hanya hidup dalam keteraturan hukum, bukan dalam kekerasan atau pembiaran.
Menuntut aparat keamanan agar lebih profesional, proporsional, dan humanis dalam mengawal aspirasi masyarakat, sekaligus menghentikan praktik-praktik kotor yang merusak wibawa institusi.
Menyatakan solidaritas penuh dengan komunitas ojek online, buruh, mahasiswa, dan rakyat kecil yang rentan menjadi korban.
Mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali meneguhkan semangat reformasi, menjadikan demokrasi sebagai ruang akal sehat, bukan ruang kekerasan, serta memastikan supremasi hukum tegak untuk semua.
Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menindak tegas oknum aparat yang terlibat praktik pengamanan rokok ilegal di Sidoarjo, serta memastikan adanya transparansi dalam penegakan hukum.
Di sisi lain, Bupati Sidoarjo Subandi hadir langsung di Mapolresta untuk mengawal jalannya aksi. Ia memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menggelar aksi dengan tertib dan damai.
“Tugas bupati adalah mengawal gerakan aksi HMI pada hari ini. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya, karena aksi ini berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Sidoarjo adalah rumah kita, dan harus tetap aman,” ujar Subandi.
Subandi menegaskan bahwa kehadirannya murni untuk memberikan dukungan moril. “Saya hadir bersama Polresta Sidoarjo dan Dandim 0816, tidak ada kepentingan lain. Saya hanya ingin memastikan situasi kondusif.”
Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Cristian Tobing menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa yang jatuh di Jakarta serta mengajak masyarakat tetap menjaga kondusifitas wilayah.
“Kami turut berduka cita yang mendalam. Proses hukum sedang berjalan di Mabes Polri. Saya mengimbau seluruh masyarakat Sidoarjo jangan mudah terprovokasi. Jaga wilayah kita agar tetap aman dan damai,” pesan Kapolres. (*)






