KabarBaik.co, Jember – Musibah kebakaran menimpa kediaman Ansori, 46 tahun, warga Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember.
Diduga akibat korsleting listrik, bagian dapur rumah semi permanen milik korban rata dengan tanah pada Kamis malam (19/3).
Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember segera menerjunkan tim untuk melakukan asesmen sekaligus mendistribusikan bantuan logistik darurat kepada keluarga terdampak pada Jumat (20/3).
Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa sekitar pukul 20.00 WIB. Api muncul secara tiba-tiba yang diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek listrik. Kobaran api dengan cepat melalap bangunan dapur beserta seluruh peralatan rumah tangga di dalamnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ansori bersama tiga anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri, meski kerugian material diperkirakan cukup signifikan.
Pasca menerima laporan resmi, tim Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jember langsung bergerak menuju lokasi di RT 01 RW 06 Kelurahan Tegal Gede. Selain melakukan pendataan (asesmen), petugas juga menyerahkan paket bantuan komprehensif untuk meringankan beban korban.
Untuk bantuan yang disalurkan meliputi, paket sembako, lauk pauk, dan makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan paket kebersihan (hygiene kit) serta paket khusus lansia.
“Tim Jitupasna juga sudah turun ke lapangan untuk menghitung total kerugian yang dialami pemilik rumah guna koordinasi tindak lanjut pemulihan,” kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo.
Hingga saat ini, kondisi dapur korban terpantau belum mengalami perbaikan. Mengingat insiden dipicu oleh masalah kelistrikan, otoritas terkait mengimbau masyarakat luas untuk lebih waspada.
“Kami menghimbau masyarakat agar selalu rutin mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing dan berhati-hati dalam penggunaan barang-barang yang mudah terbakar untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Penanganan darurat ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Jember, pihak Kelurahan Tegal Gede, pengurus RT/RW setempat, hingga gotong royong warga sekitar. (*)






