KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI menggelar kegiatan Entrepreneur Hub Finance 2026 di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, Rabu (11/3). Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Batu sebagai tuan rumah agenda berskala nasional tersebut. Menurutnya, penunjukan Kota Batu sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan.
Perkembangan ekosistem usaha dan iklim investasi di kota wisata ini dinilai terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. “Terima kasih atas komitmen yang kembali diberikan kepada Kota Batu sebagai kota pertama penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance. Hal ini lahir dari performa luar biasa ekosistem usaha dan investasi daerah,” ujar Nurochman.
Ia menjelaskan, realisasi investasi di Kota Batu sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp 2,4 triliun. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 triliun atau setara 218 persen dari target. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi daerah serta tata kelola pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.
Nurochman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi dan kepastian dalam proses pembiayaan usaha. Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi pelaku usaha yang mengalami kendala dalam mengakses pembiayaan. “Silakan sampaikan kepada saya apabila terdapat proses yang sudah dijanjikan namun tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya terkait akses pembiayaan bagi pelaku usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, menjelaskan bahwa Entrepreneur Hub Finance merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan potensi kewirausahaan yang besar.
Di antara berbagai daerah di provinsi tersebut, Kota Batu dinilai memiliki kualitas pelaku UMKM yang kompetitif dan terus berkembang. “Selain Surabaya, Kota Batu juga menjadi daerah dengan kualitas UMKM yang sangat baik. Bahkan beberapa pelaku usaha di Kota Batu telah mendapatkan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual melalui program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsistensi pemerintah daerah dalam membangun sektor usaha mikro menjadi salah satu faktor yang membuat Kota Batu tetap diperhitungkan dalam pengembangan kewirausahaan nasional.
Dukungan terhadap penguatan sektor UMKM juga datang dari sektor jasa keuangan. Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, menegaskan pihaknya terus mendorong peningkatan literasi keuangan serta pengawasan terhadap layanan pembiayaan bagi pelaku usaha.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu semakin cermat dalam memilih produk pembiayaan agar tidak terjebak dalam skema pendanaan yang berisiko bagi keberlangsungan usaha.
Melalui penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance 2026 ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas kewirausahaan, serta mempercepat pertumbuhan UMKM di daerah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pemerintah dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029. Dengan ekosistem yang semakin kuat, UMKM diharapkan tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga semakin tangguh dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)








