Kredit Macet Pinjaman Online Melonjak, Generasi Muda Terjerat Utang Digital

oleh -591 Dilihat
Mayoritas peminjam bermasalah berada dalam rentang usia muda dan produktif.

KabarBaik.co – Industri pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) kembali menjadi perhatian setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan kredit macet (TWP90) pada Desember 2024 yang mencapai Rp 2,01 triliun. Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena mayoritas kredit macet disumbang oleh borrower individu, yakni sebesar 74,74 persen.

“Mayoritas peminjam bermasalah berada dalam rentang usia muda dan produktif, yaitu 19 hingga 34 tahun sebesar 52,01 persen serta usia 35 hingga 54 tahun sebesar 41,49 persen,” ungkap Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/2).

Fenomena ini menunjukkan tren yang memprihatinkan. Generasi muda yang seharusnya membangun stabilitas keuangan justru terjebak dalam utang digital. Agusman menilai rendahnya kemampuan bayar borrower menjadi salah satu faktor utama penyebab kredit macet.

Dari sisi penyelenggara, OJK mencatat terdapat 22 penyelenggara pindar yang memiliki tingkat wanprestasi (TWP90) di atas 5 persen per Desember 2024, meningkat dari 21 penyelenggara pada bulan sebelumnya. Menurut Agusman, kualitas credit scoring borrower dan proses penagihan pinjaman menjadi faktor penting yang memengaruhi rasio TWP90.

OJK juga telah mengatur mekanisme penyaluran pendanaan guna mengurangi risiko kredit macet. Berdasarkan SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2023, borrower hanya diperbolehkan menerima pendanaan dari maksimal tiga penyelenggara pindar.

“OJK terus melakukan pengawasan, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memastikan kepatuhan penyelenggara terhadap regulasi. Pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Agusman.

Meski begitu, industri fintech peer-to-peer (P2P) lending masih mencatat pertumbuhan yang positif. Outstanding pembiayaan pada Desember 2024 tumbuh 29,14 persen year on year (yoy) dengan nominal mencapai Rp 77,02 triliun. Sebanyak 30,19 persen dari total penyaluran pendanaan dialokasikan untuk sektor produktif.

Namun, lonjakan kredit macet ini menjadi peringatan serius bagi industri pindar untuk meningkatkan mitigasi risiko, serta bagi generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan pinjaman daring sebagai solusi keuangan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.