Kualitas Proyek Jalan Rp 35 M di Sumbawa Barat Dipertanyakan, Belum 1 Bulan Aspal Sudah Terkelupas

oleh -73 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 21 at 3.17.44 PM
Proyek jalan di Tambak Sari, Poto Tano, Sumbawa Barat yang dipertanyakan kualiatasnya (istimewa)

KabarBaik.co – Proyek pembangunan peningkatan jalan jalur dua Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat, menuai sorotan dari warga setempat. Proyek dengan anggaran mencapai Rp 35 miliar itu dipertanyakan kualitasnya.

Itu karena kondisi fisik jalan dilaporkan sudah mulai mengalami kerusakan meski belum lama selesai dikerjakan. Proyek itu sendiri dikerjakan oleh PT Metro Lestari.

Kepala Desa Tambak Sari Suhardi secara terbuka mengeluhkan mutu pekerjaan pengaspalan di sepanjang ruas jalan sekitar 3,5 kilometer tersebut. Ia menyebut, di sejumlah titik, lapisan aspal terlihat mulai terkelupas dan rusak, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap daya tahan jalan yang baru dibangun itu.

“Kami sangat menyayangkan kualitas pekerjaan dari PT Metro Lestari. Belum apa-apa, aspalnya sudah ada yang terkelupas. Ini anggaran besar, masyarakat tentu berharap hasilnya bertahan lama, bukan asal jadi,” ujar Suhardi, Rabu (21/1).

Selain kondisi aspal, Suhardi juga menyoroti pembangunan saluran drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal. Ia menyebut, akibat pengerjaan drainase yang diduga tidak sesuai perencanaan, sejumlah rumah warga justru terdampak banjir setiap kali hujan turun karena air tidak mengalir sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, Suhardi mempertanyakan rencana peresmian proyek tersebut oleh Gubernur NTB. Menurutnya, peresmian seharusnya dilakukan setelah seluruh pekerjaan dipastikan memenuhi standar kualitas dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

“Apakah layak jalan dengan kualitas seperti ini diresmikan oleh Gubernur? Kami ingin pihak kontraktor bertanggung jawab penuh sebelum dilakukan serah terima atau peresmian,” tegasnya.

Ia juga meminta pihak terkait melakukan audit terhadap ketebalan dan kualitas aspal yang dikerjakan PT Metro Lestari, serta mendesak perbaikan saluran drainase agar permukiman warga tidak lagi terendam banjir akibat dugaan kesalahan konstruksi. Bahkan, Suhardi meminta Gubernur NTB meninjau ulang rencana peresmian hingga seluruh persoalan tersebut diselesaikan.

WhatsApp Image 2026 01 21 at 3.17.44 PM 1
Belum ada 1 bulan, aspal sudah terkelupas (istimewa)

Senada dengan itu, Ketua salah satu organisasi masyarakat setempat, Yusuf Maula, menilai pekerjaan peningkatan jalan provinsi jalur dua Desa Tambak Sari dengan anggaran Rp 35 miliar tersebut lebih menyerupai tambal sulam ketimbang peningkatan kualitas jalan.

“Kalau peningkatan kualitas jalan, hotmix-nya seharusnya kuat dan tidak mudah pecah. Faktanya, belum satu bulan selesai dikerjakan, kondisinya sudah rusak di beberapa titik,” kata Yusuf.

Yusuf menambahkan kerusakan tersebut bahkan sudah ditangani dengan tambal sulam di sejumlah lokasi. Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan pengerjaan yang tidak mengutamakan kualitas serta dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi.

“Ini belum satu bulan sudah dilakukan tambal sulam sana-sini. Hal ini diduga karena pengerjaannya asal-asalan dan tidak mengutamakan kualitas,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Yusuf mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan audit fisik terhadap proyek tersebut guna memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

Sementara itu, Pelaksana Proyek PT Metro Lestari, Mamang Kiswanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan. Ia menjelaskan, kerusakan jalan yang terjadi disebabkan oleh kendaraan yang melintas tidak sesuai dengan kelas jalan yang telah ditetapkan.

“Kami sudah mengerjakan dengan maksimal. Namun, kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut tidak sesuai dengan kelas jalan, khususnya jalur sebelah kiri dari pelabuhan ke arah Maluk yang dilalui kendaraan bermuatan besar. Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, pihak pelaksana bertanggung jawab melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama proyek tersebut belum dilakukan serah terima. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.