KabarBaik.co – Angka kunjungan wisata ke Kota Batu pada tahun ini mengalami penurunan drastis. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat kunjungan wisatawan merosot lebih dari 50 persen dibandingkan 2024.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat seiring situasi ekonomi nasional. Selain itu, sejumlah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah juga berdampak pada segmen kunjungan rombongan dari instansi dan lembaga.
“Hingga bulan ini angka kunjungan wisata masih 4,6 juta wisatawan saja,” ungkap Onny di Balaikota Among Tani, Kota Batu, Minggu (30/11). Padahal, target kunjungan wisata pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 11,5 juta wisatawan. Artinya masih terdapat sekitar 6,9 juta kunjungan yang belum tercapai.
Onny menjelaskan bahwa penurunan angka kunjungan juga terlihat pada periode libur panjang. Dia menyebut saat ini minat masyarakat untuk berwisata cenderung melemah karena faktor ekonomi. “Saat ini semakin jarang orang pergi berwisata, termasuk di momen high season,” ujarnya.
Tren tersebut membuat angka kunjungan tidak meningkat meskipun terdapat momentum libur panjang. Wisatawan disebut lebih memilih berkunjung ke tempat-tempat wisata di sekitar domisili karena pertimbangan anggaran. Sedangkan mayoritas wisatawan ke Kota Batu selama ini berasal dari luar daerah.
Selain faktor ekonomi dan perilaku wisatawan, Onny juga menyoroti maraknya sejumlah objek wisata yang tidak rutin melaporkan angka kunjungan. Menurutnya, hal ini ikut memengaruhi data dan pemetaan kondisi wisata Kota Batu secara menyeluruh.
Dengan capaian kunjungan yang menurun signifikan, momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipandang sebagai kesempatan terakhir untuk mendongkrak angka kunjungan wisata tahun ini.
Onny menyatakan bahwa Disparta menargetkan 1,1 juta kunjungan wisatawan selama periode Nataru. Target tersebut lebih tinggi dibanding capaian tahun sebelumnya, yaitu 1 juta wisatawan. Estimasi kunjungan pada momen tersebut diproyeksikan berada di kisaran 40 ribu hingga 70 ribu wisatawan per hari.
Onny optimistis target tersebut masih cukup realistis, mengingat hadirnya beberapa destinasi baru yang mulai beroperasi di Kota Batu. Salah satunya objek wisata baru di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, yang disebut akan menjadi magnet kunjungan. “Selain itu, objek wisata legendaris juga menambah beberapa wahana baru yang bisa menarik kunjungan wisata,” terang Onny.
Meski begitu, Disparta tetap mencermati dinamika ekonomi dan perubahan perilaku wisatawan yang berpotensi menimbulkan fluktuasi angka kunjungan. (*)






