KabarBaik.co, Pasuruan – Daftar buah tangan asal Kabupaten Pasuruan tampaknya bakal makin panjang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan kini melirik potensi pengembangan kudapan pie susu sebagai ikon baru untuk mendongkrak kelas UMKM lokal.
Kiblatnya tak tanggung-tanggung, yaitu Pie Susu Dewata Agung di Denpasar, Bali. Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan bersama pejabat daerah bahkan telah melangsungkan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Dewata untuk mematangkan rencana tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, mengungkapkan bahwa usaha pie susu memiliki peluang besar apabila diseriusi oleh Pemkab Pasuruan. “Ini untuk mendongkrak usaha UMKM agar bisa memiliki oleh-oleh khas Pasuruan, meskipun kita adopsi,” kata Daniyal, Rabu (6/5).
Politisi PKB ini menepis kekhawatiran jika kehadiran pie susu bakal memakan pangsa pasar pia yang sudah lebih dulu eksis. Baginya, pie susu dan pia memiliki komposisi bahan serta karakteristik rasa yang berbeda jauh.
Justru kehadiran pie susu dinilai Daniyal akan memperkaya variasi oleh-oleh, sehingga wisatawan punya lebih banyak pilihan saat singgah di Pasuruan. “Bentuk dan komposisinya beda, jadi tidak akan terjadi persaingan dengan pia khas Pasuruan. Ini justru saling melengkapi,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauannya di lokasi produksi pie susu Bali, Daniyal menyebut alat pengolahan dan mesin yang digunakan tergolong ramah kantong dan tidak rumit untuk dioperasikan industri rumahan. “Alatnya tidak mahal dan prosesnya tidak ribet, ini sangat memungkinkan untuk diterapkan oleh UMKM kita,” tegasnya. (*)






