KabarBaik.co – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Jawa sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2025 mencapai Rp 88,54 triliun. Angka ini setara dengan 49,18 persen dari total penyaluran KUR nasional, sekaligus menegaskan posisi Jawa sebagai motor utama pembiayaan usaha rakyat.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa berperan penting dalam mendukung penyaluran KUR, khususnya pada sektor produksi yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Muhammad Saifulloh, Rabu (17/9)
Rapat koordinasi tersebut diinisiasi oleh Bank Indonesia dengan tema Mendorong Penguatan Skema Pembiayaan untuk Akselerasi Produktivitas Sektor Pertanian dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan. Agenda ini juga melibatkan Kemenko Perekonomian, Kemenko Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Bagian Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Dewi Sagita Pranata, menyampaikan bahwa untuk memperkuat akses pembiayaan, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) No. 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM, yang berlaku bagi bank maupun lembaga keuangan non-bank.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menekankan pentingnya dukungan pembiayaan dan perlindungan lahan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada padi, jagung, dan tebu.
Hal senada disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kemenko Pangan, Kus Prisetiahadi.
Menurutnya, ketersediaan pupuk bersubsidi yang terukur serta irigasi memadai menjadi faktor kunci untuk mencapai target swasembada pangan.
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain mempertahankan lahan pertanian melalui Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), optimalisasi lahan tidur termasuk milik Perhutani, regenerasi petani melalui program Petani Milenial berbasis teknologi digital, hingga penguatan kelembagaan petani. Selain itu, usulan pembiayaan dengan bunga lunak juga menjadi sorotan.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah komitmen sinergi turut disepakati, seperti penyaluran pembiayaan perbankan kepada pelaku usaha pertanian, kerja sama agroforestri antara PT Sinergi Gula Nusantara dengan Perum Perhutani, serta dukungan produktivitas pertanian dari Bank Indonesia bagi kelompok tani di Jawa.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat penguatan sektor pertanian sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih akseleratif, inklusif, dan berkelanjutan.







